<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Broken Heart Survival Guide</title>
		<link>http://romansa.ucoz.net/</link>
		<description>Blog</description>
		<lastBuildDate>Mon, 19 Dec 2011 04:47:47 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://romansa.ucoz.net/blog/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Menghapus kenangan pada mantan pacar</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Mengatasi putus cinta tergantung dari beberapa faktor, seperti: seberapa lama dan intensitas hubungan Anda, tingkat keintiman, dan seberapa besar investasi diri Anda pada hubungan tersebut. Karena itu proses penyembuhan setiap orang berbeda-beda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Beberapa orang dapat dengan mudah mengatasi putus cinta dan melupakan mantan kekasihnya hanya dalam hitungan minggu saja, namun beberapa lainnya terpuruk sedemikian lama hingga berbulan-bulan, bahkan tahunan, keluar dari...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Mengatasi putus cinta tergantung dari beberapa faktor, seperti: seberapa lama dan intensitas hubungan Anda, tingkat keintiman, dan seberapa besar investasi diri Anda pada hubungan tersebut. Karena itu proses penyembuhan setiap orang berbeda-beda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Beberapa orang dapat dengan mudah mengatasi putus cinta dan melupakan mantan kekasihnya hanya dalam hitungan minggu saja, namun beberapa lainnya terpuruk sedemikian lama hingga berbulan-bulan, bahkan tahunan, keluar dari belenggu sakit hati akibat putus cinta.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Mungkin Anda termasuk golongan yang pertama, atau mungkin yang kedua, tapi bagaimanapun juga sebuah proses penyembuhan tidak akan pernah di mulai apabila Anda tidak melakukan apapun. Jadi setelah Anda menyadari dan mengerti hal pertama yang harus dilakukan:&amp;nbsp;&lt;strong&gt;STOP Berpikir Sendiri&lt;/strong&gt;, maka berikut adalah tiga langkah awal yang bisa langsung Anda kerjakan saat ini juga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;&lt;strong&gt;1.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Berdoa.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Jangan meremehkan kekuatan sebuah doa. Dan saya tidak sedang berbicara mengenai hal yang spiritual atau religius. Saya sedang berbicara tentang sebuah proses psikologis yang nyata.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Karena dengan berdoa, Anda mengijinkan diri Anda untuk menerima kenyataan, menerima semua rasa sakit, merelakannya dengan ikhlas, dan yang terpenting, memaafkan diri Anda sendiri.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Saya tidak peduli apa agama dan kepercayaan Anda, saya bahkan tidak peduli apakah Anda beragama atau tidak, yang saya ingin Anda lakukan hanyalah mengucapkan beberapa baris kalimat di bawah ini dengan segenap perasaan dan seluruh niat Anda.Ambil waktu dan tempat pribadi di mana Anda tidak akan diganggu, dan ucapkan kalimat berikut dari dasar hati Anda:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;&quot;Saya sangat bersyukur karena telah mendapat kesempatan yang berharga bertemu dengan XXX (sebutkan nama mantan kekasih Anda). Saya bersyukur atas semua masa-masa indah dan kenangan manis yang telah saya alami bersamanya. Maafkan kesalahan saya yang tidak bisa menjaga hubungan ini, dan maafkan kesalahan XXX yang tidak bisa mempertahankan hubungan ini. Saya berdoa agar dia selalu bahagia dan mendapatkan apa yang dia cari. Tolong jaga dan lindungi XXX karena saya menyayanginya. Terimakasih atas pengalaman yang berharga ini. Saya tidak akan menyia-nyiakannya. Saya menerima dan merelakan semua yang terjadi. Amin..”&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Begitu Anda selesai berkata &quot;amin..”, saya janji Anda akan langsung merasakan kelegaan yang luar biasa. Kelegaan atas segala rasa bersalah dan ketidak relaan yang menghimpit Anda selama ini. Anda akan merasakan tubuh dan hati Anda menjadi lebih ringan, seolah-olah sebuah beban berat telah diangkat. Dan Anda pun akan siap untuk langkah yang berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;&lt;strong&gt;2.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Lakukan kegiatan yang membuat Anda sehat, nyaman dan energik.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Anda perlu menaruh perhatian yang besar pada kesehatan dan kenyamanan hidup Anda. Tidak ada orang yang dapat melakukan itu selain Anda sendiri. Misalnya hal-hal seperti shopping, memperbaiki pola makan dan istirahat, serta apapun yang membuat Anda bersemangat kembali. Saya sangat menganjurkan Anda mulai berolah raga, mungkin fitness atau jogging dengan teman-teman Anda. Karena bukan saja Anda akan merasa lebih sehat, olah raga adalah tempat penyaluran yang positif bagi emosi negatif Anda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Gali lagi hobi Anda yang terhilang. Anda pasti punya beberapa minat dan hobi yang dikubur semenjak pacaran dahulu, entah karena terlalu sibuk atau bertentangan dengan minat sang kekasih saat itu. Saatnya bagi Anda untuk kembali menggali dan memainkan hal-hal tersebut lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;&lt;strong&gt;3.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Temui sahabat-sahabat Anda.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Salah satu hal terpenting dalam proses penyembuhan adalah menceritakan bagaimana keadaan dan perasaan Anda. Sebisa mungkin usahakan agar Anda tidak merenung sendirian terlalu banyak. Berkumpul lah bersama teman-teman Anda, dan bersenang-senanglah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Selain sahabat-sahabat terdekat, Anda juga dapat menghubungi teman-teman yang sudah lama tidak pernah bertemu dengan Anda. Kontak mereka melalui Facebook dan atur janji untuk reuni kecil-kecilan. Ketika Anda bertemu dengan teman-teman lama Anda, teman SMP/SMA mungkin, sudah pasti akan tercipta suasana yang menyenangkan. Dan ini sangat bagus untuk Anda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Dan selanjutnya Anda pun bisa mulai bertemu dengan teman-teman baru. Buka diri Anda dan jangan menutup pergaulan. Bertemu orang-orang baru akan memberikan pengalaman baru bagi Anda, dan ketika Anda dikelilingi oleh suasana yang baru, akan sulit bagi Anda untuk terus memikirkan masa lalu Anda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Ketika Anda melakukan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;ketiga langkah di atas&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;untuk pertama kalinya, mungkin belum terasa sebuah perubahan yang signifikan pada keadaan emosi maupun hidup Anda, tapi yang jelas hal tersebut JAUH LEBIH BAIK dari pada bila Anda hanya bermuram durja dan meratapi kesedihan Anda yang tiada akhir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;&lt;strong&gt;Semakin sering Anda bersedih, semakin terpuruk keadaan Anda, dan semakin sulit pula untuk menyembuhkan diri serta meraih kebahagiaan Anda kembali.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Dengan melakukan langkah-langkah di atas, saya yakin Anda akan dapat melalui keadaan ini dengan lebih mudah dan ringan. Atau apabila Anda menginginkan sebuah solusi yang lebih menyeluruh, profesional, dan permanen, tentu saja Anda dapat langsung menghubungi saya di kolom&amp;nbsp;&lt;strong&gt;konseling&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;yang tersedia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Ketika mengalami putus cinta, kebanyakan orang hanya bisa pasrah dan berserah pada waktu. Dan akibatnya, semakin mereka meladeni rasa sakit hatinya, itu membuat mereka juga semakin terpuruk, Diri mereka semain hancur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Saya tahu betapa sedihnya ketika Anda dilanda rasa kecewa, sedih dan penyesalan, tanpa ditemani seorang pun. Hanya Anda dan jiwa Anda yang merintih pilu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;&lt;strong&gt;Dan untuk itu saya ada di sini. Saya akan menemani Anda..&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Kenangan akan mantan Anda memang berharga dan layak untuk disimpan dalam hati, bagaimanapun dia adalah seseorang yang pernah mengisi hidup Anda. Tapi saat ini, semua kenangan tersebut hanya akan merusak dan menghambat proses penyembuhan Anda. Seperti sebuah jangkar yang tertanam kuat di dasar lautan membuat kapal yang begitu besar tidak bisa bergerak ke manapun. Hanya bisa terombang-ambing tanpa tujuan. Seperti itu pula keadaan Anda saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Saya mengerti betapa susahnya bagi Anda untuk melupakan ingatan dan asosiasi tentang mantan kekasih Anda, dan saya juga tahu betapa pedihnya ketika semua memori itu melanda pikiran Anda. Tapi bila Anda ingin terus maju dalam hidup Anda dan meraih kembali kebahagiaan diri, maka Anda perlu mengeraskan hati, melawan, memberontak, dan menepis jauh-jauh, setiap kali pikiran tentang dia muncul dalam kepala Anda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Dibutuhkan tekad yang kuat, kejujuran, dan keberanian untuk melakukan hal itu. Jadi setiap kali Anda berhasil melakukannya, berbanggalah pada diri Anda sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Atau apabila Anda masih merasa sangat kesulitan melakukannya, maka saya akan memberikan sebuah tips sederhana yang dapat membantu Anda. Ini adalah sebuah metode Neuro Linguistic Programming yang diajarkan oleh seorang hipnoterapis sahabat saya dan hasilnya sangat efektif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Saya menyebutnya teknik:&amp;nbsp;&lt;strong&gt;POP THE BUBBLE!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Seiap kali pikiran tentang dia muncul, entah karena Anda berada di tempat dulu sering berdua dengannya, melihat benda pemberiannya, atau mungkin tiba-tiba saja terlintas dalam kepala Anda tanpa sebab, maka saya ingin agar Anda segera menyetop film ingatan dalam pikiran Anda tersebut. Seolah-olah Anda menekan tombol PAUSE ketika sedang menonton DVD.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Setelah gambar tersebut diam, rubah warnanya perlahan menjadi hitam putih. Seperti TV jaman dahulu kala. Lalu Anda ciptakan sebuah gelembung bulat seperti gelembung sabun yang biasa kita tiup sewaktu kecil dulu. Masukan gambar tentang dia dalam gelembung tersebut itu. Dan lepaskan gelembung tersebut melayang ke udara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Anda perhatikan gelembung tersebut melayang sejenak, lalu tiba-tiba&amp;nbsp;&lt;strong&gt;POP!&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Dia meledak dan pecah. Membuyarkan semua gambar yang ada di dalamnya. Lenyap tak berbekas..&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;&lt;strong&gt;Dan Anda sadari perasaan Anda menjadi sedikit lebih baik, lebih ringan, dan lebih nyaman.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Lakukan teknik ini setiap kali pikiran tentang dia muncul dalam kepala Anda. Pikiran demi pikiran. Hari demi hari… Dan dalam waktu beberapa hari ke depan Anda akan takjub begitu menyadari makin lama makin sedikit gelembung yang harus Anda pecahkan. Betapa mudahnya bagi Anda untuk menepis pikiran tentang dia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Tapi yang lebih penting daripada teknik sederhana ini tentu saja adalah tekad Anda untuk mengakhiri semua penderitaan Anda.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Tekad Anda untuk kembali menjalani hidup yang normal, penuh semangat dan berbahagia.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Hapus semua foto, email, sms, dsb. Atau apabila Anda masih ingin menyimpannya, back-up semua data tersebut dalam sebuah CD dan taruh CD itu di tempat yang sulit Anda jangkau. Mungkin Anda dapat menitipkannya pada seseorang yang Anda percayai, dan katakan padanya bahwa, apapun yang terjadi, ia tidak boleh memberikan CD itu pada Anda sebelum Anda benar-benar melupakannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Ini adalah sebuah langkah penting, sobat. Karena dengan menghapus semua kenangan tentang dia itu berarti Anda membuat pengakuan dan afirmasi pada diri Anda sendiri bahwa Anda tidak membutuhkan dirinya. Anda sudah tidak akan melihat ke belakang lagi.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Yang berlalu sudah berlalu. Saatnya memandang ke depan dengan penuh harapan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Apabila Anda masih ragu, merasa berat hati, dan memiliki segudang alasan untuk tidak melakukan hal itu, berarti Anda masih belum mau untuk melupakannya.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Berarti Anda masih ingin terus terpuruk dalam masa lalu dan rasa sakit hati.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Berarti Anda belum rela untuk melepasnya. Dan ini akan menyeret-nyeret proses penyembuhan Anda melebihi waktu yang seharusnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Ini sangat berbahaya!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;&lt;strong&gt;Ingat: kunci dari penyembuhan diri adalah berani menerima kenyataan dan merelakannya.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Semakin cepat Anda melakukannya, semakin cepat Anda berdiri dan siap berjalan kembali.&lt;/p&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form rel=&quot;async&quot; class=&quot;live_10150152947596571_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode&quot; method=&quot;post&quot; action=&quot;http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php&quot; data-live=&quot;{&quot;seq&quot;:15602416}&quot; style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;UIActionLinks UIActionLinks_bottom&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:&quot;20&quot;}&quot; style=&quot;color: rgb(153, 153, 153); &quot;&gt;&lt;button class=&quot;like_link stat_elem as_link&quot; title=&quot;Like this item&quot; type=&quot;submit&quot; name=&quot;like&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:22}&quot; style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; width: auto; text-align: left; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;default_message&quot; style=&quot;display: inline; &quot;&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;label class=&quot;uiLinkButton comment_link&quot; title=&quot;Leave a comment&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(107, 132, 180); font-weight: normal; vertical-align: text-top; &quot;&gt;&lt;input data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:24}&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Comment&quot; style=&quot;font-weight: normal; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; color: rgb(107, 132, 180); cursor: pointer; font-family: &apos;Lucida Grande&apos;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: text-top; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1577495311&amp;amp;p[]=10150152947596571&quot; rel=&quot;dialog&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); text-decoration: none; &quot;&gt;Share&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://romansa.ucoz.net/blog/menghapus_kenangan_pada_mantan_pacar/2011-12-19-95</link>
			<category>Broken Heart Survival Guide</category>
			<dc:creator>avacschat</dc:creator>
			<guid>https://romansa.ucoz.net/blog/menghapus_kenangan_pada_mantan_pacar/2011-12-19-95</guid>
			<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 04:47:47 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Apa yang sebenarnya wanita inginkan dalam sebuah hubungan? (unanswer question)</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;The great question…which I have not been able to answer…is, &quot;What does a woman want?” – George Clooney&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sepertinya pertanyaan tersebut muncul di benak hampir semua pria di dunia yang kadang tidak habis pikir dengan sikap aneh wanita. Sebuah pertanyaan yang secara ajaib muncul di pikiran semua pria yang sedang jatuh cinta. Pertanyaan yang selalu menghantui siang dan malam, membuat makan pun tak enak tidur pun tiada nyenyak. Pertanyaan yang membuat pria normal berusaha menjadi seorang tukang sihir, dukun, atau cenayang yang mampu membaca pikiran wanita alias sok tahu.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Seb...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;The great question…which I have not been able to answer…is, &quot;What does a woman want?” – George Clooney&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sepertinya pertanyaan tersebut muncul di benak hampir semua pria di dunia yang kadang tidak habis pikir dengan sikap aneh wanita. Sebuah pertanyaan yang secara ajaib muncul di pikiran semua pria yang sedang jatuh cinta. Pertanyaan yang selalu menghantui siang dan malam, membuat makan pun tak enak tidur pun tiada nyenyak. Pertanyaan yang membuat pria normal berusaha menjadi seorang tukang sihir, dukun, atau cenayang yang mampu membaca pikiran wanita alias sok tahu.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sebuah pertanyaan keramat! Setuju apa tidak guys?&lt;br&gt;Saya pun pernah bertanya-tanya tentang hal itu. Berhubung saya bukanlah dukun atau cenayang yang bisa membaca pikiran wanita, saya memutus kan untuk berkonsultasi dengan teman yang sebenarnya juga tidak tahu apa jawabannya.. Wkwkwkwk.. Ya pastilah, karena dia juga bukan seorang cenayang atau dukun. Kemudian jutaan alternative jawaban pun bermunculan seperti wanita ingin dinner romantic, wanita ingin diperhatikan setiap saat, wanita ingin disayang, wanita ingin dimengerti, wanita ingin didengarkan, dan lain sebagainya. Dari jawaban-jawaban abstrak tersebut, kita berusaha menjadi seorang Provider, penyedia barang / jasa atau kalau bukan Superhero bagi wanita yang sedang kita dekati dengan maksud untuk menyadarkannya bahwa semua yang dia inginkan ada pada kita dan setelah menyadarinya, ia akan mau menjadi kekasih kita. Berbagai perlakuan istimewa pun bermunculan. Kita menjadi seorang lelaki yang supernice . Namun kenyataannya segala perlakuan manis tersebut hanya berujung pada penolakan. Penolakan lagi. Dan lagi… infestasi anda bangkrut. Kenapa saya sebut investasi atas segala yang telah anda lakukan? Ya pasti, karena saat ini anda mencoba membeli perhatian dari wanita agar wanita itu membayar anda dengan perhatian atau apapun yang anda inginkan (baca notes : mengapa harus hentikan menyogok cew).&lt;br&gt;Jadi sebenarnya apa yang wanita inginkan? Lupakan pertanyaan tersebut. Tidak perlu dijawab. Pertanyaan keramat itu bisa dijawab dengan ribuan macam jawaban yang terasa masuk akal, tapi ujungnya tetap tidak akan mengubah keadaan dan tidak menyelesaikan masalah. Pertanyaan tersebut tidak perlu dijawab. Bahkan seharusnya dia tidak menanyakan pertanyaan itu. Karena bukan itu masalah sebenarnya. Bahkan wanita sendiri pun kadangtidak tahu apa yang benar-benar ia inginkan. Tidak percaya? Coba sebelum shopping kamu tanya apa yang ingin dibelinya. Jangan kaget kalau dia akan membeli barang yang lain, bukan yang awalnya akan dibeli. Atau bahkan tidak jadi membeli apa-apa! Jadi bagaimana? Mari kita jalan-jalan kembali ke jaman Adam dan Hawa. Tuhan menciptakan Hawa sebagai penolong yang sepadan untuk Adam. Kronologinya Adam tahu apa yang diinginkan dan apa yang akan dia lakukan. Lalu si Adam akan memberi tahu pada Hawa tentang passion, dream, dan apa yang akan dia lakukan, kemudian akan menerangkan bantuan seperti apa yang dia butuhkan. Hawa sebagai penolong yang sepadan akan membantu Adam mencapai dream &amp;amp; passion-nya. Bakalan nggak lucu kalo Adam malah nanya Hawa &quot;kamu mau apa?” . Begitu juga dengan kita sebagai pria. Coba bayangkan ketika seorang customer service di sebuah bank bertanya pada kita &quot;Ada yang bisa saya bantu?” lalu kita balik bertanya, &quot;Kamu kepingin apa?” . Saya jamin si CS tersebut akan memandang dengan keheranan. Super heran. Begitu juga kalau kamu tetap menanyakan pertanyaan keramat itu pada wanita yang kamu dekati. Ketimbang memikirkan apa yang diinginkan wanita, sebaiknya memikirkan apa yang kamu inginkan sebagai seorang pria. Seorang pria dewasa harus memiliki impian besar dalam hidupnya. Itu berarti ia benar-benar tahu apa yang dia inginkan dan tahu tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Impian itulah yang membuat pria menjadi semangat menjalani hidupnya, mampu membuat keputusan yang tepat, berani menghadapi resiko apapun demi mencapai impiannya, dan menjadi seorang pria yang tangguh. Wanita yang kodratnya adalah seorang penolong yang sepadan pasti akan lebih tertarik dengan pria yang memiliki passion dalam hidupnya. Begitu juga dalam hal romansa. Apa yang ingin kamu dapatkan dalam sebuah hubungan? Kamu ingin hubungan yang seperti apa? Dan akan kamu membawa ke mana hubungan itu? Bukan menjadi pria mellow yang waktunya tersita untuk menebak-nebak apa yang diinginkan wanita dan berusaha menuruti semua keinginan mereka. Sadari peran kita sebagai pria. Kita yang kelak akan menjadi kepala rumah tangga, bukan istri kita…ah, kok jadi lain artinya. Oke saya ralat: bukan istrimu maupun istri saya. Jadi kita seharusnya tahu apa yang kita inginkan dan kemana kita akan menuju.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Stop memikirkan dan menebak-nebak apa yang diinginkan wanita, tapi pikirkan apa yang kita inginkan sebagai calon pemimpin rumah tangga. Life is better with company. Everybody needs a co-pilot.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form rel=&quot;async&quot; class=&quot;live_10150187969436571_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode&quot; method=&quot;post&quot; action=&quot;http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php&quot; data-live=&quot;{&quot;seq&quot;:16360523}&quot; style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;UIActionLinks UIActionLinks_bottom&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:&quot;20&quot;}&quot; style=&quot;color: rgb(153, 153, 153); &quot;&gt;&lt;button class=&quot;like_link stat_elem as_link&quot; title=&quot;Like this item&quot; type=&quot;submit&quot; name=&quot;like&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:22}&quot; style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; width: auto; text-align: left; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;default_message&quot; style=&quot;display: inline; &quot;&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;label class=&quot;uiLinkButton comment_link&quot; title=&quot;Leave a comment&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(107, 132, 180); font-weight: normal; vertical-align: text-top; &quot;&gt;&lt;input data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:24}&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Comment&quot; style=&quot;font-weight: normal; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; color: rgb(107, 132, 180); cursor: pointer; font-family: &apos;Lucida Grande&apos;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: text-top; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1577495311&amp;amp;p[]=10150187969436571&quot; rel=&quot;dialog&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); text-decoration: none; &quot;&gt;Share&lt;/a&gt;&amp;nbsp;·&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://romansa.ucoz.net/blog/apa_yang_sebenarnya_wanita_inginkan_dalam_sebuah_hubungan_unanswer_question/2011-07-29-147</link>
			<category>Broken Heart Survival Guide</category>
			<dc:creator>avacschat</dc:creator>
			<guid>https://romansa.ucoz.net/blog/apa_yang_sebenarnya_wanita_inginkan_dalam_sebuah_hubungan_unanswer_question/2011-07-29-147</guid>
			<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 04:25:03 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Kunci sukses melipat gandakan wanita dalam kehidupan anda? (rahasia khusus pria)</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Sobat, coba jawab pertanyaan ini: sepanjang mengikuti notes saya bagaimana respon para rekan-rekan wanita yang Anda miliki? Apakah rata-rata mereka menyambut dengan positif perubahan yang terjadi dalam perilaku Anda? Karena bila Anda mempraktekkan setiap notes yang Anda baca dengan sebagaimana seharusnya, maka sahabat Anda akan langsung terbelah menjadi setidaknya dua kubu, yakni mereka yang menikmati dan mereka yang mengecam. Jika ditelaah dengan teliti, maka akan ditemukan bahwa mereka yang menikmati dan semakin akrab justru adalah para sahabat wanita, sementara sahabat-sahabat pria c...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Sobat, coba jawab pertanyaan ini: sepanjang mengikuti notes saya bagaimana respon para rekan-rekan wanita yang Anda miliki? Apakah rata-rata mereka menyambut dengan positif perubahan yang terjadi dalam perilaku Anda? Karena bila Anda mempraktekkan setiap notes yang Anda baca dengan sebagaimana seharusnya, maka sahabat Anda akan langsung terbelah menjadi setidaknya dua kubu, yakni mereka yang menikmati dan mereka yang mengecam. Jika ditelaah dengan teliti, maka akan ditemukan bahwa mereka yang menikmati dan semakin akrab justru adalah para sahabat wanita, sementara sahabat-sahabat pria cenderung sedikit membatasi diri dari interaksi dengan Anda. Apakah Anda mengalami hal-hal tersebut di atas? Atau justru Anda malah mengalami persis kebalikannya? Sebagaimana yang pernah saya ceritakan dalam artikel lainnya, semenjak kecil saya terbiasa memiliki lebih banyak sahabat wanita dibandingkan sahabat pria. Hanya saja pada selama bertahun-tahun dahulu itu saya sama sekali tidak mengerti apa yang saya lakukan dan miliki sehingga gagal untuk menggunakan keadaan yang menguntungkan tersebut untuk mendapatkan wanita yang saya inginkan. Kecenderungan untuk lebih mudah akrab dan bersahabat dengan wanita daripada dengan pria seperti itu masih saya miliki sampai hari ini, dan tentunya ditambah dengan pemahaman yang lebih matang tentang proses interaksi antara pria-wanita dalam situasi romansa. Setelah mengamati banyak kasus, saya menemukan bahwa para pria yang ‘beruntung’ dalam hal berpacaran juga memiliki pola perilaku yang sama. Pola yang sama dapat dikonfirmasi dalam kisah cinta rekan-rekan saya yang sudah lebih dahulu menjalani masa-masa pendekatan, pacaran, dan hingga akhirnya pernikahan. Pola tersebut selalu ditemukan dimana-mana, sehingga saya melihatnya sebagai salah satu formula dinamika sosial yang bisa menjadi alat ukur kesuksesan perjalanan Anda dari pria lossy menjadi pria glossy. Anda berada di jalur tranformasi yang benar ketika Anda menerima lebih banyak respon positif dari rekan-rekan wanita daripada dari rekan-rekan pria. Mengapa demikian? Karena segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup adalah games atau sekumpulan permainan, tidak terkecuali dalam area romansa (baca : Apakah Anda Bermain Game Yang Benar? ). Secara psikologis, pria dan wanita memiliki respon yang sedikit berbeda ketika berhadapan dengan permainan. Pria terbiasa melihat Game / Permainan sebagai tantangan untuk membuktikan diri. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk mencari perhatian, validasi dan pengakuan dari orang lain. Bagi pria, sebuah game adalah perkara menjadi yang terbaik, mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Sementara wanita terbiasa melihat Game / Permainan sebagai undangan untuk bersenang-senang. Mereka tidak peduli dengan kompetisi siapa yang lebih baik di antara mereka. Bagi wanita, sebuah game adalah kesempatan untuk menikmati interaksi, sesuatu yang sulit mereka lakukan jika sedang sendirian. Perbedaan respon universal tersebut juga terjadi ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang terlihat memiliki kemahiran dalam bermain game tertentu. Pria akan menjaga jarak dan bersikap kompetitif, sementara wanita akan sangat tertarik untuk berdekatan dengannya. Itu sebabnya, seperti yang saya sebut sebelumnya, salah satu indikator proses transformasi Anda adalah peningkatan respon positif dari para lawan jenis yang malang-melintang dalam hidup Anda, dibarengi dengan peningkatan respon skeptik, risih, curiga dari para rekan pria. Bila Anda mengikuti tulisan saya namun justru mendapatkan lebih banyak teman pria yang akrab dengan Anda, itu saatnya berhenti untuk mengecek apakah Anda benar-benar melakukan transformasi persis seperti yang kami maksudkan dalam artikel. Contoh perilaku salah yang membuat Anda semakin menambah sahabat pria dan kehilangan sahabat wanita adalah bila Anda sibuk bertindak sebagai konsultan, mentor, guru, dokter dan dukun untuk masalah-masalah percintaan teman Anda. Dengan kata lain, menggunakan informasi yang Anda dapatkan dalam notes facebook saya ini untuk membuat Anda terlihat cerdas atau berpengalaman tentang romansa. Saya yakin ini adalah sikap yang bisa ditemui dari pada dari 50% pembaca pria (bukan list friends) yang mengunjungi profile saya. Salah satu bukti pendukung adalah begitu banyaknya publikasi online via mailing list dan blog yang mendistribusikan notes saya ini tanpa menuliskan referensi sumber atau bahkan tidak segan-segan mengganti nama penulis seolah-olah artikel yang bersangkutan ditulis oleh sang pemilik blog. Bisa dipastikan para pria yang melakukan aksi tersebut tidak pernah melihat hasil transformasi yang mereka inginkan. Glosifikasi yang kami maksudkan akan membuat Anda memiliki keleluasan untuk bermain dan bersenang-senang, sehingga wanita dengan sendirinya tertarik masuk ke dalam gravitasi hidup Anda. Sekali lagi, coba cek dengan jujur. Semenjak hari pertama Anda membaca notes saya, peningkatan manakah yang paling bisa terlihat dalam hidup Anda, respon wanita atau respon pria? Ingat baik-baik: Pria menyukai pria lain yang banyak berbicara (atau cerdas) tentang game dan membatasi diri dari pria lain yang memiliki game, sementara wanita menyukai pria yang memiliki game, dan membatasi diri dari pria yang terlihat cerdas tentang game. Di detik Anda lupa akan hal tersebut, Anda akan tersandung kembali ke jurang lossy. Sehubungan dengan respon wanita terhadap game, ada sebuah fenomena menarik yang saya temui pada tahun ketiga ini semenjak notes saya hadir membantu para pria di Indonesia. Berdasarkan data visitor, tercatat sekitar 46% dari pengunjung notes saya adalah wanita. Dan dari jumlah tersebut, semakin banyak surat elektronik dari mereka yang berisikan komentar terima kasih, dukungan, dan pujian. Mereka menceritakan tentang bagaimana seorang rekan pria mereka berhasil berubah menjadi pribadi yang lebih berkualitas berkat bacaan yang saya sediakan. Mereka sangat menikmati interaksi dengan rekan-rekan pria tersebut, sehingga tidak jarang untuk ikut membantu mempromosikan website ini pada banyak pria lainnya. Ini adalah hal yang menggembirakan, apalagi jika dibandingkan surat berisi kata-kata kecaman pedas yang berdatangan dari para wanita pada saat awal-awal saya mulai memindah notes atau artikel ini dari personal website saya ke facebook. Ternyata seiring waktu, mereka akhirnya mengenali apa yang sebenarnya saya lakukan selama ini dan berubah seratus delapan puluh derajat. Mengapa saya membagikan info di atas? Karena hari ini saya ingin mengajarkan satu hal krusial yang berhasil disadari oleh para wanita tersebut, sekalipun mereka bukan target pembaca dari notes saya ini. Saya ingin menyentil target pembaca yang sebenarnya, yakni Anda para pria, dengan sebuah prinsip dasar yang seringkali luput dari mata Anda. Yaitu seluruh transformasi yang Anda dapatkan ini bukanlah sesuatu yang Anda pakai untuk mempermainkan wanita, melainkan untuk bermain BERSAMA mereka. Dalam bahasa Inggris terlihat perbedaan yang lebih tajam: not playing games ON them, but playing games WITH them. Sadarkah bahwa kemungkinan besar Anda selama ini mengalami kebuntuan karena Anda memperlakukan wanita sebagai obyek target? Tidak ada seorang pun yang senang dipermainkan atau menjadi obyek permainan. Pernahkah Anda dan si dia bisa berinteraksi asyik pada awalnya, namun ia selalu menghindar pada pertemuan berikutnya? Atau mungkin dia berubah sikap dengan mendadak? Jika Anda belum mengetahui mengapa hal itu terjadi, simak baik-baik: mereka menyadari bahwa Anda lebih suka bermain untuk diri sendiri, bersenang-senang sendiri, menjadikannya sebagai obyek bulan-bulanan dari kebahagiaan Anda. Hal inilah yang menjadi kecemasan, ketakutan dari para wanita ketika mereka mengetahui kehadiran notes di account saya. Mereka menyangka saya sibuk mengajarkan bagaimana membuat pria biasa bisa menyulap dirinya menjadi seorang pencinta wanita yang dengan erat dengan trik manipulatif untuk memuaskan keinginan dan fantasi pribadi. Butuh waktu beberapa lama bagi mereka untuk bisa menyadari bahwa sebenarnya kami melakukan hal yang berlawanan dengan itu. Namun bagaimana dengan Anda, wahai para pria-pria malang yang ingin meraih cinta? Apakah Anda sudah menyadari fokus penekanan yang kami selipkan dalam setiap artikel atau notes dan tanya-jawab di facebook ini? Apakah Anda masih berpikir bahwa notes solusi romansa ini sebagai portal ide-ide nakal untuk mempermainkan wanita? Apakah Anda masih terus setia mengunjungi profile facebook saya ini karena berharap menemukan permainan yang lebih memuaskan dahaga akan kehadiran wanita dalam hidup Anda? Jika ya, maka saya turut berduka cita untuk Anda. Karena seluruh revolusi paradigma yang kami tawarkan di sini adalah bagaimana meningkatkan diri Anda hingga titik maksimal hingga dapat menarik wanita untuk bersenang-senang bersama-sama dengan Anda. Bukan lagi Anda yang sibuk menyenangkan hatinya (atau dikenal dengan istilah pria lossy). Bukan juga Anda yang sibuk menyenangkan diri sendiri (atau dikenal dengan pria brengsek). Ketika Anda menunjukkan bahwa Anda memiliki game yang menyenangkan, wanita sulit untuk menahan ketertarikannya pada Anda. Dan bila wanita sudah mendekati Anda, ingat untuk terus bermain bersama-sama dengan mereka, bukannya mempermainkan. Anda mengerti? Ijinkan saya mengulang dua poin terpenting yang perlu Anda bawa pulang dan pegang erat-erat setelah menyelesaikan notes hari ini.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Pertama , proses glosifikasi Anda seharusnya memicu lebih banyak respon positif dari para wanita dibandingkan dari para pria.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kedua , respon positif tersebut selayaknya disebabkan karena Anda yang selalu memperlakukan mereka sebagai partner interaksi untuk bersenang-senang, bukannya obyek kesenangan Anda.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Itulah kunci pelipatgandaan wanita dan romansa dalam hidup Anda.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form rel=&quot;async&quot; class=&quot;live_10150190202291571_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode&quot; method=&quot;post&quot; action=&quot;http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php&quot; data-live=&quot;{&quot;seq&quot;:0}&quot; style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;UIActionLinks UIActionLinks_bottom&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:&quot;20&quot;}&quot; style=&quot;color: rgb(153, 153, 153); &quot;&gt;&lt;button class=&quot;like_link stat_elem as_link&quot; title=&quot;Like this item&quot; type=&quot;submit&quot; name=&quot;like&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:22}&quot; style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; width: auto; text-align: left; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;default_message&quot; style=&quot;display: inline; &quot;&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;label class=&quot;uiLinkButton comment_link&quot; title=&quot;Leave a comment&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(107, 132, 180); font-weight: normal; vertical-align: text-top; &quot;&gt;&lt;input data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:24}&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Comment&quot; style=&quot;font-weight: normal; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; color: rgb(107, 132, 180); cursor: pointer; font-family: &apos;Lucida Grande&apos;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: text-top; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1577495311&amp;amp;p[]=10150190202291571&quot; rel=&quot;dialog&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); text-decoration: none; &quot;&gt;Share&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://romansa.ucoz.net/blog/kunci_sukses_melipat_gandakan_wanita_dalam_kehidupan_anda_rahasia_khusus_pria/2011-06-01-151</link>
			<category>Broken Heart Survival Guide</category>
			<dc:creator>avacschat</dc:creator>
			<guid>https://romansa.ucoz.net/blog/kunci_sukses_melipat_gandakan_wanita_dalam_kehidupan_anda_rahasia_khusus_pria/2011-06-01-151</guid>
			<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 04:27:00 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Apa km tipe orang yang setia? (mencoba untuk bertahan satu cinta)</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Suatu saat saya dan teman sedang menunggu makanan yang saya pesan di food court salah satu mall di kota saya. Suasana ramai sekali membuat saya cukup kesulitan mendapatkan tempat duduk kosong. Sayup-sayup terdengar lagu dari d’Bagindas mengalun diantara hiruk pikuk orang memesan makanan… &quot;Bertahan satu cinta…bertahan satu C-I-N-T-A…” Kira kira begitu liriknya. Saya kurang paham lagunya. Teman saya pun berlagak lip sync menyanyikan lagu d’Bagindas itu. Sepertinya semua orang lagi demam lip sync seperti Sinta &amp;amp; Jojo. Saya jadi tertarik menyimak seluruh liriknya. Singkatnya lagu itu me...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Suatu saat saya dan teman sedang menunggu makanan yang saya pesan di food court salah satu mall di kota saya. Suasana ramai sekali membuat saya cukup kesulitan mendapatkan tempat duduk kosong. Sayup-sayup terdengar lagu dari d’Bagindas mengalun diantara hiruk pikuk orang memesan makanan… &quot;Bertahan satu cinta…bertahan satu C-I-N-T-A…” Kira kira begitu liriknya. Saya kurang paham lagunya. Teman saya pun berlagak lip sync menyanyikan lagu d’Bagindas itu. Sepertinya semua orang lagi demam lip sync seperti Sinta &amp;amp; Jojo. Saya jadi tertarik menyimak seluruh liriknya. Singkatnya lagu itu menceritakan seorang pria yang tetap mempertahankan cintanya pada seorang wanita walaupun cintanya bertepuk sebelah tangan. Lirik lagu itu membuat saya bertanya-tanya. Kalau cinta bertepuk sebelah tangan, ditolak, dikecewakan, bahkan dilukai, mengapamasih dipertahankan? Konon lelaki itu bertahan atas nama kesetiaan. Saya sering menemukan teman-teman saya bertahan dan tetap mengejar seorang wanita walau sudah ditolak, bahkan ada yang sudah ditolak beberapa kali mulai penolakan yang manis sampai yang sadis. Mereka bertahan dengan alasan ingin menunjukkan bahwa ia adalah lelaki setia, tidak mudah tergoda wanita lain dan hanya mencintai &amp;amp; mengejar satu wanita sampai titik darah penghabisan. Mereka bertahan beberapa bulan hingga tahunan. Memang benar bahwa semua wanita menginginkan pria yang setia. Semua pria juga mengharapkan mendapat wanita yang setia. Tidak ada yang salah dengan kesetiaan. Tapi semua itu ada waktunya, kawan. Kesetiaan itu baru muncul pada saat kita sudah berstatus &quot;in relationship” karena ada komitmen di dalamnya. Kesetiaan tidak bisa dipisahkan dengan komitmen. Komitmen pun tebentuk atas kesepakatan bersama antara 2 belah pihak. Pearl Bailey mengatakan &quot;it takes two to tango” dalam lagunya tahun 1952. Jika salah satu pihak tidak sepakat, maka tidak akan ada komitmen. Jika tidak ada komitmen, lalu untuk apa kita menjadi setia? Setia pada apa? Setia pada satu cinta…BUKAN! Itu bukan setia, tapi NGAREP! Jika kita tetap bertahan mengejar wanita yang tidak mencintai kita, wanita tersebut tidak akan berpikir bahwa kita adalah pria yang setia. Tidak! Tapi dia akan berpikir bahwa kita adalah lelaki yang suka memaksakan kehendak. Sangat bertentangan dengan Pancasila sila ke empat butir ke dua, sehingga kita pun akan dianggap tidak lulus Penataran P-4 (Pedoman Penghayatan &amp;amp; Pengamalan Pancasila) waktu masih sekolah dulu. Kalau tidak lulus Penataran P-4, berarti kita bukan warga negara Indonesia yang baik dan akhirnya dianggap bukan pria baik-baik (bener ga tuh?). Jika kita bukan pria baik-baik, pasti wanita tidak akan berpikir bahwa kita adalah pria yang setia. Rumit sekali bukan dan yang pasti susah - susah gampang buat melaksanakannya? Kamu pasti capek membacanya, apalagi saya yang menulis. Wkwkwkwk.. Jadi sebaiknya kita sadar kita sedang berada di mana. Apakah kita masih dalam fase pendekatan atau sudah berstatus &quot;in relationship” sehingga kita tidak salah dalam berpikir dan bersikap.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Its so simple right?&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form rel=&quot;async&quot; class=&quot;live_10150186452591571_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode&quot; method=&quot;post&quot; action=&quot;http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php&quot; data-live=&quot;{&quot;seq&quot;:16326761}&quot; style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;UIActionLinks UIActionLinks_bottom&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:&quot;20&quot;}&quot; style=&quot;color: rgb(153, 153, 153); &quot;&gt;&lt;button class=&quot;like_link stat_elem as_link&quot; title=&quot;Like this item&quot; type=&quot;submit&quot; name=&quot;like&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:22}&quot; style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; width: auto; text-align: left; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;default_message&quot; style=&quot;display: inline; &quot;&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;label class=&quot;uiLinkButton comment_link&quot; title=&quot;Leave a comment&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(107, 132, 180); font-weight: normal; vertical-align: text-top; &quot;&gt;&lt;input data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:24}&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Comment&quot; style=&quot;font-weight: normal; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; color: rgb(107, 132, 180); cursor: pointer; font-family: &apos;Lucida Grande&apos;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: text-top; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1577495311&amp;amp;p[]=10150186452591571&quot; rel=&quot;dialog&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); text-decoration: none; &quot;&gt;Share&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://romansa.ucoz.net/blog/apa_km_tipe_orang_yang_setia_mencoba_untuk_bertahan_satu_cinta/2011-05-17-144</link>
			<category>Broken Heart Survival Guide</category>
			<dc:creator>avacschat</dc:creator>
			<guid>https://romansa.ucoz.net/blog/apa_km_tipe_orang_yang_setia_mencoba_untuk_bertahan_satu_cinta/2011-05-17-144</guid>
			<pubDate>Tue, 17 May 2011 04:23:48 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Alasan #2 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Banyak sekali wanita-wanita cantik, menarik, smart, dengan karir yang mapan, yang sepertinya bisa mendapatkan pria mana saja yang mereka inginkan, namun ternyata hinggausia mereka menyentuh 30-an, tetap saja single atau terus berganti-ganti pasangan. Mereka kesulitan menemukan pangeran berkuda putih yang akan meminang mereka dan hidup bahagia selamanya. Their fairy talesdon’t seem to have happy endings. Setelah membaca Alasan #1 Mengapa Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas , apakah Anda jadi dapat melihat dengan semakin jelas fenomena seperti itu terjadi di sekitar Anda? Berapa ban...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Banyak sekali wanita-wanita cantik, menarik, smart, dengan karir yang mapan, yang sepertinya bisa mendapatkan pria mana saja yang mereka inginkan, namun ternyata hinggausia mereka menyentuh 30-an, tetap saja single atau terus berganti-ganti pasangan. Mereka kesulitan menemukan pangeran berkuda putih yang akan meminang mereka dan hidup bahagia selamanya. Their fairy talesdon’t seem to have happy endings. Setelah membaca Alasan #1 Mengapa Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas , apakah Anda jadi dapat melihat dengan semakin jelas fenomena seperti itu terjadi di sekitar Anda? Berapa banyak wanita yang Anda lihat mengalami hal tersebut? Baru beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan seorang sahabat wanita dan dia mengeluh betapa susahnya menemukan pria berkualitas yang memenuhi kriteria yang diinginkannya. Linda adalah seorang wanita yang sangat menarik, sangat fashionable , sangat pintar, dan berprofesi sebagai Head Coordinator dari sebuah event organizer yang sudah cukup terkenal. Dia akan berulang tahun yang ke-30 bulan April nanti. Saya bertanya padanya, seperti apa sih pria yang diinginkannya? Dan jawabannya, meski sudah dapat saya tebak, tetap saja membuat saya menahan tawa, dia bilang, &quot;Gue mau cowok yang tinggi, sporty , atletis, mapan, mampu menghidupi keluarga, setia, pengertian, smart dan bisa berkomunikasi dengan baik, sensitif, romantis, dan suka dengan hal-hal yang gue suka.” Dan saya merespon, &quot;Loe nyadar gak, kalo loe sedang menggambarkan Michael Jordan?” &quot;Gak lahhh.. cowok seperti itu ada kok! Cuma memang susah aja dicari!” Yah, mungkin memang ada, tapi Linda telah mencari pria seperti itu selama hampir 30 tahun dan hasilnya nol besar. Mungkin dia kurang usaha dalam mencari, atau mungkin memang pria seperti bayangannya tersebut hanya ada dalam film Hollywood saja. Padahal, kalau saya perhatikan, pria-pria yangpernah menjadi pacarnya atau yang selalu mendekatinya cukup memiliki semua kriteria yang disebutkannya di atas, yah mungkin memang kurang 2 atau 3 poin lah. Tapi Linda hanya menginginkan pria yang sempurna, dia tidak mau yang kurang dari itu. Dan saya jadi teringat cerita yang lain. Nina, seorang hairstylist yang sukses berusia 26 tahun, imut, supel, dan memiliki segudang fans yang selalu mencoba mendapatkan hatinya, kira-kira 2 minggu yang lalu menangis berlinangan air mata di mobil saya sepulang makan malam bersama. Dia baru saja diputuskan oleh pacarnya. Mantan pacarnya adalah seorang pria bertubuh tinggi, ganteng, kaya raya dan sangat suka clubbing , bahkan Nina pun pertama kali berkenalan dengannya di tempat clubbing, kira-kira setengah tahun yang lalu. Si pria meninggalkannya begitu saja, setelah Nina memberikan seluruh tubuh dan hatinya. Ia tidak berniat untuk melanjutkan hubungan lebih serius, karena tidak ingin kehilangan kebebasannya. Di sela-sela tangisannya, saya bilang, &quot;Yah memang bukan salah loe sih, tapi next time, kalo ketemu cowok diliat-liat dulu orangnya. Ketemunya aja di tempat clubbing .. harusnya dah tau dong bakal begini..” &quot;Gue pikir setelah sama gue, dia bisa berenti clubbing dan maen cewek. Gue pikir dia bisa berubah. Dia baik banget sama gue, Kei.. dia kasih semua yang gue mau, bahkan yang gak pernah gue minta. Dia malah pernah ajak gue ngeliat pabriknya di Malang..”, isak Nina. Dan saya hanya bisa diam dan menunggunya sampai selesai menangis. Kisah Linda dan Nina mungkin sepertinya tidak berhubungan, tapi apabila Anda menganalisa lebih jauh ada satu persamaan dari kisah mereka. Persamaan yang juga dimiliki oleh banyak kisah yang dialami oleh wanita-wanita di sekitar kita. Their fairy tales don’t seem to have happy endings, simply because life’s not a fairy tale . Dan itu adalah alasan #2 mengapa wanita sulitmendapatkan pria berkualitas. Ekpektasi yang tidak realistis. Akibat dongeng-dongeng tentang pangeran dan tuan putri yang jatuh cinta dan hidup bahagia happily ever after , yang didapat sejakkecil lewat film-film Walt Disney dan buku-buku yang dibacanya, sejak kecil wanita hidup dalam fantasi akan sebuah kisah percintaan yang romantis dengan pria yang sempurna. Setelah remaja dan beranjak dewasa, dongeng-dongeng serupa seolah-olah menjadi nyata karena disajikan dengan setting yang modern, urban dan situasi sehari-hari, lewat majalah-majalah wanita, novel-novel percintaan, dan film-film Hollywood seperti Sex and the City. Sewaktu kecil, setiap wanita bermimpi menjadi Cinderella, namun ketika dewasa mereka bermimpi menjadi Carrie Bradshaw dan ketiga sahabatnya. Apalagi semenjak booming sinetron di stasiun-stasiun televisi lokal dalam 2 dekade belakangan ini, baik anak kecil maupun wanita dewasa menjadi begitu terbiasa dengan kisah percintaan yang tidak realistis. Misalnya saja, kisah tentang pembantu yang dicintai oleh majikannya yang ganteng, kaya raya, dan baik hati namun dihadang oleh sang ibu yang licik dan jahat, setelah berlinang air mata dan penuh pengorbanan akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya. Mirip sekali dengan dongeng-dongeng karangan H.C. Andersen, bedanya hanya terletak pada setting Jakarta modern, bukan Eropa jaman pertengahan. Apalagi ditambah dengan mendengar kisah-kisah cinta yang sepertinya selalu terdengar sempurna dari teman-teman mereka, para wanita jadi ingin memiliki kisah seperti itu juga. Meskipun pada akhirnya toh teman-teman mereka juga tetap single dan tak kunjung menikah.&lt;br&gt;Semua dongeng ini, baik yang klasik maupun yang refurbish, begitu mengendap di dalam hati para wanita sehingga mereka tanpa sadarmemiliki ekspektasi akan sebuah pengalamanromansa yang tidak realistis. Sebuah ekspektasi akan kisah percintaan yang romantis dengan pria yang sempurna. Apakah Anda seperti itu? Jawab dengan jujur dalam hati Anda. Akibatnya, ketika Anda bertemu dengan seorang pria, tanpa sadar Anda akan selalu menilai seberapa indahnya hubungan Anda dengannya, dan seberapa sempurnanya sang pria. Tentu saja ini akan berakhir dengan kekecewaan karena memang tidak ada hubungan yang sempurna dan sang pria jelas bukan pangeran tampan berkuda putih. Sang pria mungkin hanya seorang akuntan, atau pengusaha wiraswasta yang memiliki masalahnya sendiri. Atau, ketika Anda bertemu dengan seorang pria yang dapat memenuhi fantasi Anda akan sebuah kisah romansa yang indah, yang memanjakan Anda dengan segala kemewahandan keromantisan, apalagi ia sepertinya tampak begitu sempurna di mata Anda, itu membuat Anda lalu mengabaikan segala logika yang jelas-jelas mengatakan bahwa ia tidak baik untuk Anda. Intuisi Anda memberi peringatan pada Anda, karena Anda bertemu dengannya di tempat clubbing , atau karena ia ternyata sudah menikah, atau karena ia memiliki masalah dengan temperamennya, sehingga suka bertindak kasar terhadap Anda. Tapi Anda sama sekali tidak peduli. Anda berpikir Anda akan dapat merubahnya dengan kekuatan cinta! Tapi Anda bukanlah Sailor Moon. Anda hanyalah seorang wanita biasa yang hidup di dunia nyata. Fenomena ini lebih jelas terlihat pada wanita-wanita yang cantik, smart , dan karir yang mapan. Karena memang wanita-wanita yang seperti itu lah yang merasa bahwa mereka BERHAK dan MAMPU untuk mendapatkan pria dan kisah romansa yang sempurna. Mereka menginginkan sebuah hubungan yang selalu indah, mulus dan tanpa masalah. Begitumasalah datang, perasaan cinta mereka mulaimenurun, dan mereka pikir ini bukanlah hubungan yang layak untuk dijalani. Padahal yang namanya hubungan itu harus dibangun dengan kerja keras dan melalui jatuh bangun. Tidak ada yang namanya hubungan yang sempurna. Itu sebabnya wanita-wanita cantik tersebut selalu bergonta-ganti partner, atau selalu terlihat single . Karena mereka selalu merasa bisa mendapatkan hubungan dan pria yang lebih baik dari yang ada di depan mereka. Kalau ada yang namanya pria sempurna, makaSAYA-lah yang paling berhak untuk mendapatkannya, begitu pikir mereka. Semakin cantik, smart dan mapan karirnya, semakin sulit bagi wanita tersebut untuk mendapatkan pria berkualitas yang diinginkannya. Karena memang pria yang memenuhi daftar check-list mereka hanya adadalam film-film Hollywood. Tapi ironisnya, wanita-wanita yang yang dianggap kurang menarik, sederhana, yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga dan tidak berfokus pada karir, justru yang lebih dulu menikah dan berkeluarga. Sering kali setelah menghadiri pernikahan seseorang, saya selalu pernah berpikir, &quot;Kenapa jarang sekali ada pengantin wanita yang cantik dan seksi, yah?” Wanita-wanita ini menyadari bahwa sangat kecil kemungkinannya untuk mendapatkan pria sempurna ala Brad Pitt, yang tampan, atletis, macho, romantis, setia, sensitif, pintardan kaya raya tujuh turunan, karena memang di sekitar mereka hanyalah ada pria-pria biasa: akuntan, programmer, desainer grafis, PNS, dsb dengan kelebihan dan keunikan masing-masing. Mereka bisa menikmati kebahagiaan karena mereka menerima hubungan dan pasangan mereka apa adanya. Mereka memiliki ekspektasi yang realistis. Jangan salah! Saya tidak menganjurkan agar Anda membuang impian dan idealisme Anda. Saya hanya sekedar membeberkan, bahwa ekspektasi yang tidak realistis hanya akan membawa Anda pada kekecewaan dan pencarian yang tiada berakhir. Anda membuang-buang waktu Anda untuk mengejarguci emas di ujung pelangi, padahal di depan mata Anda mungkin saja sudah berdiri pria berkualitas yang dapat membahagiakan Anda selama sisa hidup Anda. Saya sengaja memasang gambar cover film Serendipity di entri ini, karena film itu adalah salah satu dongeng modern yang sangat terkenal. Film ini selalu masuk sebagai salah satu film paling romantis sepanjang masa di media manapun. Sebuah contoh sempurna untuk sebuah masalah yang sempurna.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form rel=&quot;async&quot; class=&quot;live_10150180399131571_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode&quot; method=&quot;post&quot; action=&quot;http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php&quot; data-live=&quot;{&quot;seq&quot;:16202338}&quot; style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;UIActionLinks UIActionLinks_bottom&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:&quot;20&quot;}&quot; style=&quot;color: rgb(153, 153, 153); &quot;&gt;&lt;button class=&quot;like_link stat_elem as_link&quot; title=&quot;Like this item&quot; type=&quot;submit&quot; name=&quot;like&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:22}&quot; style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; width: auto; text-align: left; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;default_message&quot; style=&quot;display: inline; &quot;&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;label class=&quot;uiLinkButton comment_link&quot; title=&quot;Leave a comment&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(107, 132, 180); font-weight: normal; vertical-align: text-top; &quot;&gt;&lt;input data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:24}&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Comment&quot; style=&quot;font-weight: normal; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; color: rgb(107, 132, 180); cursor: pointer; font-family: &apos;Lucida Grande&apos;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: text-top; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1577495311&amp;amp;p[]=10150180399131571&quot; rel=&quot;dialog&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); text-decoration: none; &quot;&gt;Share&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://romansa.ucoz.net/blog/alasan_2_wanita_sulit_mendapatkan_pria_berkualitas/2011-04-06-125</link>
			<category>Broken Heart Survival Guide</category>
			<dc:creator>avacschat</dc:creator>
			<guid>https://romansa.ucoz.net/blog/alasan_2_wanita_sulit_mendapatkan_pria_berkualitas/2011-04-06-125</guid>
			<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 04:12:18 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Alasan #1 mengapa wanita sulit menemukan pria berkualitas</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Saya ingin bercerita mengenai Tania, seorang sahabat saya. Dia adalah seorang wanita yang sangat menarik, tinggi semampai, intelek, mandiri dan memiliki karir yang sangat baik. Benar-benar sosok wanita idaman. Beberapa bulan yang lalu, setelah lebih dari setahun berpacaran, partnernya melamarnya untuk menikah di tahun depan. Teman saya menerimanya dengan berlinang air mata bahagia dan mereka akhirnya bertunangan. Itu adalah sebuah kabar yang menggembirakan, saya turut berbahagia ketika mendengarnya. Sang partner adalah seorang pria yang berpenampilan menarik, berasal dari keluarga terho...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Saya ingin bercerita mengenai Tania, seorang sahabat saya. Dia adalah seorang wanita yang sangat menarik, tinggi semampai, intelek, mandiri dan memiliki karir yang sangat baik. Benar-benar sosok wanita idaman. Beberapa bulan yang lalu, setelah lebih dari setahun berpacaran, partnernya melamarnya untuk menikah di tahun depan. Teman saya menerimanya dengan berlinang air mata bahagia dan mereka akhirnya bertunangan. Itu adalah sebuah kabar yang menggembirakan, saya turut berbahagia ketika mendengarnya. Sang partner adalah seorang pria yang berpenampilan menarik, berasal dari keluarga terhormat, bersekolah di luar negeri, dan memiliki bisnis yang sangat sukses. Seorang pria berstatus sosial tinggi yang mapan secara financial. Pria yang sempurna untuk sahabat saya itu. Tapi beberapa hari yang lalu saya chatting dengannya, dan Tania bercerita bahwa dia akanmembatalkan pernikahan dan memutuskan hubungan mereka. Dia merasa sangat ragu akan rencana pernikahan tersebut. Alasannya: selama ini dia tidak pernah benar-benar mencintai sang partner. Terus terang, saya tidak kaget mendengarnya. Dari sejak awal Tania menjalin hubungan dengan partnernya itu, saya sudah tahu masalah ini akan terjadi. Yang saya heran, justru, mengapa butuh waktu selama itu untuk dia menyadari hal tersebut. Kisah ‘serupa tapi tak sama’ juga dialami sahabat saya Deanna. Cantik, menarik, dan memiliki pergaulan yang sangat luas. Deanna sangat eksis dalam pergaulan dan selalu dikelilingi oleh pria-pria yang mengejarnya. Pria-pria yang selalu memberikan apapun yang dia minta. Pria-pria yang mengajaknya liburan gratis ke Bali, Anyer, atau Singapura setiap liburan tiba. Begitu banyak pria yang siap melamar dan menikahinya, tapi di usianya yang ke-27, Deanna masih tetap sendiri. Padahal dia mengaku ingin segera menikah dan berkeluarga. Alasannya: belum menemukan pria yang cocok. Dan bukan Tania dan Deanna saja yang mengalami masalah seperti ini. Begitu banyak wanita, baik yang saya kenal secara pribadi maupun tidak, yang mengeluh tidak bisa mendapatkan pria yang mereka inginkan. Dan akibatnya mereka tidak kunjung menikah, atau membatalkan pernikahan setelah sekian tahun menjalin hubungan dan bertunangan. Wanita-wanita cantik, menarik dan mandiri, yang sudah siap menikah dan berkeluarga, yang seharusnya bisa mendapatkan pria manapun yang mereka inginkan. Tapi nyatanya,masih tetap melajang hingga usia mereka menyentuh ‘kepala tiga’. Saya yakin Anda pun banyak menemukan kasus seperti ini di sekitar Anda. Atau mungkin Anda adalah salah satu dari wanita-wanita tersebut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan permasalahan sosial seperti ini di dunia sekitar kita. Saya menyebutnya social disconnection , di mana kedua kelompok sosial (wanita dan pria) sebenarnya menginginkan tujuan yang sama (menikah dan berkeluarga). Namun mengalami ketidak cocokan sehingga terjadi disharmoni dalam dinamika sosial. Di jaman kakek-nenek atau ayah-ibu kita dulu, hal ini sangat jarang terjadi. Fenomena ini baru mulai terjadi dalam dunia modern dewasa ini. Saya akan menulis tentang alasan-alasan lainnya di entri notes facebook saya yang mendatang, tapi di bawah ini adalah alasan #1 mengapa wanita sulit menemukan pria berkualitas yang cocok untuk mereka: ‘Jual mahal’ yang berlebihan. Akibat feminisme yang kebablasan, yang sempat saya bahas dalam notes atau artikel saya Wanita vs. Pria , wanita modern dewasa ini menganggap dirinya lebih istimewa daripada pria. Karena itu banyak sekali wanita yang ‘jualmahal’ dengan sangat berlebihan. Memang ‘jual mahal’ adalah salah satu aspek normal dalam dinamika romansa wanita, terutama bagi yang merasa dirinya menarik dandiinginkan banyak pria. Ini adalah HAK dan KEWAJIBAN setiap wanita. ‘Jual mahal’ adalah cara untuk memastikan Anda mendapatkan priayang memang berkualitas untuk dijadikan pendamping hidup. Hanya pria yang berhasil ‘lulus ujian’, dan dapat menembus pertahanan Anda, yang layak untuk diberikan akses masuk ke dalam hidup Anda. Tapi apabila dilakukan secara berlebihan maka ini akan menjadi sebuah permasalahan yang serius. Ketika Anda bertemu dengan seorang pria, naluri kewanitaan Anda sudah dapat merasakan apakah ia pria yang berkualitas atau tidak. Ia sudah mengerjakan tugasnya sebagai seorang gentleman dengan berinisiatif dan memulai semuanya duluan: berkenalan, menelpon atau SMS, mengajak makan malam, ia membuat Anda tertawa dan merasa nyaman. Ia memberi Anda kesempatan untuk memulai sebuah hubungan yang menyenangkan. Tapi Anda ragu dengan naluri Anda, dan mencoba membuktikannya dengan memberikan BEGITU BANYAK ujian serta tantangan untuknya.&lt;br&gt;Seringkali Anda tidak mengangkat telponnya, bahkan tidak membalas SMS-nya dan Anda tidak pernah mau menghubunginya duluan. Ketika diajak makan malam, Anda selalu berkata, &quot;Nanti aku kabarin lagi..” Si pria menunggu dan menunggu, tapi Anda tidak kunjung memberi kabar karena Anda ingin ia yang menghubungi Anda lagi, agar terlihat seolah-olah ia yang lebih membutuhkan Anda. Dan ketika sedang pergi berdua, Anda sibuk dengan Blackberry dan Facebook, tidak pernah memulai percakapan duluan ataupun bertanya mengenai dirinya. Semua aksi ‘jual mahal’ ini Anda lakukan padahal dalam hati Anda tahu bahwa Anda tertarik padanya! Anda ingin agar ia terus mengejar Anda dan berusaha habis-habisan, mati-matian.. agar ia menunjukkan seberapa besar niatnya kepada Anda. Karena Anda sudah begitu terbiasa dengan pria-pria lossy nan ngarep yang mengejar Anda, maka Anda pikir tindakan Anda itu normal. Anda pikir Anda bisa memperlakukan pria glossy yang berkualitas sama seperti Anda memperlakukan pria lossy. Tapi Apakah pernah terpikir oleh Anda, apa yang ada dalam benak si pria ketika menghadapi wanita seperti Anda? Apakah menurut Anda seorang pria berkualitas, yang berkarakter, mapan secara material dan emosional, berprinsip kuat dan memiliki nilai-nilai dalam dirinya, siap menikah dan berkeluarga, seorang pria yang diinginkan oleh banyak wanita, akan bersedia menjalani ujian kekanakan dan egois macam itu? Apakah dengan bersikap seperti itu Anda pikir Anda dapat masuk ke dalam kategori ‘calon istri idaman’ yang selama ini dicari olehnya? Jelas tidak! Anda pasti sedang berdelusi jika Anda pikir semua sikap ‘jual mahal’ yang dilakukan secara ekstrim akan menarik pria yang berkualitas dalam hidup Anda. Dia akan pergi, dan menarik kembali semua kesempatan yang telah diberikannya pada Anda. Lalu seolah-olah Anda tidak melakukan apapun yang membuat dia pergi menjauh, Anda akan menghibur diri Anda dengan berkata, &quot;Tuh bener kan.. dia gak serius. Semua pria memang sama..” Itu sebabnya selama ini yang tersisa di sekeliling Anda hanyalah pria-pria lossy yang ngarep pada Anda, dan pria-pria yang hanya ingin menjadikan Anda sebagai ‘piala ego’ apabila mereka berhasil menaklukkan Anda. Karena hanya pria-pria itulah yang akan terus memuja, menjilat, mengemis, mengejar habis-habisan dan berusaha mati-matian. Pria-pria yang buta akan keegoisan Anda dan dengan senang hati rela diperlakukan sedemikian rupa. Dan akhirnya Anda mengeluh pada semua orang, betapa sulitnya menemukan pria berkualitas yang cocok dengan Anda. Saya harap sekarang Anda dapat menyadari betapa absurdnya pernyataan Anda itu! Dan karena hanya mereka saja pilihan yang ada di depan Anda, maka Anda akhirnya memilih salah satu dari mereka. Mungkin yangpaling baik hati, atau yang paling ganteng, atau yang paling mapan secara finansial, dan memaksakan diri Anda untuk menimbulkan rasa cinta dalam hati Anda. Kalau sudah begitu, ada dua kemungkinan yang biasanya terjadi: Anda akan terus menjalin hubungan tanpa rasa cinta, mungkin terus hingga menikah dan berkeluarga; atau Anda akan memutuskan hubungan dan mengulangi lagi siklus di atas. Sebuah siklus yang melelahkan.. Ingat, saya tidak mendorong Anda untuk menjadi wanita murahan. Sama sekali tidak! Hanya saja, dengan ‘jual mahal’ secara berlebihan, Anda akan kehilangan begitu banyak kesempatan berharga yang selama ini selalu Anda cari. Apabila Anda ingin menemukan pria berkualitas yang cocok dengan Anda, sangat penting bagi Anda untuk mengkalibrasi kadar ‘jual mahal’ Anda dan memikirkan kembali sikap Anda dalam dinamika romansa. Bagi para pembaca wanita, pertanyaan saya adalah: apa pelajaran yang Anda dapatkan dari entri blog kali ini? Dan bagi para pembacapria: apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah ini? Apabila Anda merasa tulisan ini dapat membantu permasalahan sahabat, saudara atau kenalan Anda, jangan lupa forward entri ini atau di tag pada teman anda atau beritahu alamat facebook saya ini pada mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;*Semua cerita di notes saya ini adalah kisah nyata, tapi semua nama disamarkan untuk melindungi privasi orang-orang yang bersangkutan. Terima kasih guys telah memberi nutrisi otak kepada saya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form rel=&quot;async&quot; class=&quot;live_10150180397176571_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode&quot; method=&quot;post&quot; action=&quot;http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php&quot; data-live=&quot;{&quot;seq&quot;:16205188}&quot; style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;UIActionLinks UIActionLinks_bottom&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:&quot;20&quot;}&quot; style=&quot;color: rgb(153, 153, 153); &quot;&gt;&lt;button class=&quot;like_link stat_elem as_link&quot; title=&quot;Like this item&quot; type=&quot;submit&quot; name=&quot;like&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:22}&quot; style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; width: auto; text-align: left; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;default_message&quot; style=&quot;display: inline; &quot;&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;label class=&quot;uiLinkButton comment_link&quot; title=&quot;Leave a comment&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(107, 132, 180); font-weight: normal; vertical-align: text-top; &quot;&gt;&lt;input data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:24}&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Comment&quot; style=&quot;font-weight: normal; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; color: rgb(107, 132, 180); cursor: pointer; font-family: &apos;Lucida Grande&apos;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: text-top; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1577495311&amp;amp;p[]=10150180397176571&quot; rel=&quot;dialog&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); text-decoration: none; &quot;&gt;Share&lt;/a&gt;&amp;nbsp;·&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://romansa.ucoz.net/blog/alasan_1_mengapa_wanita_sulit_menemukan_pria_berkualitas/2011-04-02-124</link>
			<category>Broken Heart Survival Guide</category>
			<dc:creator>avacschat</dc:creator>
			<guid>https://romansa.ucoz.net/blog/alasan_1_mengapa_wanita_sulit_menemukan_pria_berkualitas/2011-04-02-124</guid>
			<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 04:11:48 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Masih mungkinkah bersahabat dengan mantan pacar?</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Suatu ketika dalam jalan hidup anda ada cerita saat anda menjalin hubungan yang serius dengan seseorang, namun hubungan tersebut tidak berjalan mulus sesuai harapan. Hubungan kandas, akhirnya Anda dan dia harus menyandang status ‘mantan’. Kata ‘mantan’ memiliki konotasi dan asosiasi tersendiri bagi setiap orang. Bagi sebagian orang, kata ‘mantan’ menimbulkan rasa benci dan pilu. Bagi sebagian lain, kata ‘mantan’ timbulkan rasa rindu dan senyum. Bagi Anda yang pernah atau sering pacaran, pasti mengerti bahwa putus dengan pacar bukan brarti hubungan tersebut berakhir total,karena pasti ma...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Suatu ketika dalam jalan hidup anda ada cerita saat anda menjalin hubungan yang serius dengan seseorang, namun hubungan tersebut tidak berjalan mulus sesuai harapan. Hubungan kandas, akhirnya Anda dan dia harus menyandang status ‘mantan’. Kata ‘mantan’ memiliki konotasi dan asosiasi tersendiri bagi setiap orang. Bagi sebagian orang, kata ‘mantan’ menimbulkan rasa benci dan pilu. Bagi sebagian lain, kata ‘mantan’ timbulkan rasa rindu dan senyum. Bagi Anda yang pernah atau sering pacaran, pasti mengerti bahwa putus dengan pacar bukan brarti hubungan tersebut berakhir total,karena pasti masih akan ada banyak drama dengan mantan. Biasanya sehabis putus, Andadan mantan masih suka berhubungan, saling kontak, jalan bareng, bahkan masih sering berantem. Sulit lepaskan diri karena ada ikatan emosional. Drama paling klasik yang terjadi sehabis putusadalah: ada salah satu pihak yang minta balikan. Belum rela dan tidak bisa menerima kenyataan dengan status baru sebagai mantan. Bila ini terjadi, maka yang paling menderita adalah pihak yang masih ingin balikan, sementara pihak yang satunya semakin merasa ilfil terbeban oleh sikap sangmantan. Tidak tahan dengan sakit hati dan emosi negatif yang pekat sehabis putus cinta, banyak orang pilih jalan termudah untuk menghindari rasa tersebut: menyalahkan mantan. Ini adalah sebuah langkah yang fatal! Karena sama sekali tidak akan menghilangkan rasa sakit, tapi justru malah akan membuatnya menjadi membekas terus. Musuhan dengan mantan itu hal yang umum. Mungkin memang tidak sungguh-sungguh ‘musuhan’, tapi jelas hubungan jadi minus. Saling menjauh dan menghindari satu sama lain. Saling memiliki perasaan negatif satu sama lain. Sangat disayangkan bila Anda sampai bermusuhan dengan mantan. Karena bagaimanapun juga mantan adalah salah satu orang spesial yang pernah kenal Anda begitu dalam. Hilang kontak, atau malah bermusuhandengan mantan itu seperti kehilangan seorangsahabat terbaik dalam hidup Anda. Mungkin memang ada begitu banyak perbedaan dan perselisihan, mungkin bahkan salah satu pihak pernah bertindak kasar dan menyakiti. Tapi, bagaimanapun juga mantan adalah orang yang pernah singgah di hati dan menemani di masa senang dan sedih. Orang yang pernah Anda sayangi dengan segenap hati Anda. Bagaimanapun juga mantan adalah orang yang pernah bikin Anda tertawa bahagia. Orang yang pernah sangat berarti dalam hidup Anda. Tentunya saya bicara soal mantan Anda yang memang sempat pacaran serius. Bukan mantan yang pacaran iseng ataupun sekedar main-main. Hubungan Anda dengan mantan Anda menunjukkan kualitas diri Anda sebagai pasangan dan bagaimana Anda menghargai sebuah hubungan. Sangat kontradiktif bila dulu Anda bilang cintatapi sekarang Anda bahkan tidak tahu dan tidak peduli kabar mantan Anda. Bukankah itumenjadikan Anda sebagai seorang pembohong? Ingat, mantan Anda adalah pasangan pilihan Anda sendiri waktu itu. Menjalin hubungan dengannya pun adalah murni keputusan Anda! Jadi bila sekarang hubungan Anda dengan mantan jadi rusak, minus, atau malah saling benci, bukankah itu berarti salah Anda? Bila Anda sampai membenci mantan, bukankah itu berarti Anda membenci diri Anda sendiri yang telah mencintainya dahulu? Bukankah itu berarti Anda tidak menghargai keputusan yang Anda buat dan menyesali pilihan Anda sendiri? Jadi wajar saja bila hingga hari ini hubungan Anda dengan pacar juga selalu dihantui keraguan. Karena Anda memang tidak pernah percaya dan menghargai keputusan Anda sendiri. Logika sederhana, bukan? Sobat, bila Anda masih berhubungan dan berteman baik dengan mantan, itu berarti Anda adalah pasangan yang baik, yang menghargai arti sebuah hubungan. Bila Anda dan mantan masih saling menghargai, artinya Anda tidak salah pilih waktu itu. Artinya, keputusan Anda benar. Artinya, tidak ada alasan bagi Anda untuk menyalahkan diri Andasendiri dan sang mantan! Bila hingga hari ini, mantan Anda tetap bersikap manis dan perlakukan Anda dengan sangat baik, berarti dulu Anda adalah seorang partner yang hebat! Bila Anda adalah partner yang hebat bagi mantan Anda, berarti Anda layak jadi rebutan. Siapapun pacar Anda sekarang, dia sangat beruntung! Karena Anda mengerti cara bina hubungan yang baik. Jadi, bersahabatlah dengan mantan Anda. Karena mantan adalah salah satu orang yang telah mengenal Anda luar dalam apa adanya. Hubungan Anda dengannya kandas, justru itu artinya Anda memang tidak cocok sebagai pasangan. Artinya Anda lebih cocok jadi sahabat. Meski tidak ada lagi embel-embel percintaan, tapi bila Anda dan mantan masih berhubungan baik, berarti Anda dan dia saling peduli satu sama lain. Saling menghargai dan saling peduli, bukankah itu inti dari semua hubungan? Baik percintaan, keluarga, maupun sosial. Saya sendiri hingga detik ini masih berhubungan dekat dan baik dengan semua mantan, tanpa ada embel-embel percintaan dan romansa lagi sama sekali. Murni sahabat. Saya dan mantan masih sering kontak, saling menanyakan kabar, saling curhat, ataupun sekedar ngobrol ngalor ngidul. Saya masih ingat, waktu itu seorang mantan saya curhat tentang pria yang PDKT padanya. Hingga mereka pacaran dan akhirnya menikahNovember lalu, saya tahu semua kisah langsung dari dia sendiri. Ketika dia akan menikah, selain orang tuanya, saya adalah orang pertama yang diberi tahu. Secara spesial dia minta saya untuk datang ke pernikahannya. Tahun ini, ketika dia hamil, selain suaminya, saya juga orang pertama yang diberi tahu. Saya sungguh senang mendengarnya. Meski hubungan saya dulu dengannya kandas, tapi saya tetap peduli padanya dan saya tulus ingin melihat dia bahagia. Begitupun dia, inginmelihat saya bahagia. Bukan berarti saya tidak bisa lupakan mantan dan masih ingin balikan dengannya, atau sebaliknya dia yang masih ngarep pada saya. Bukan!Saya hanya tidak ingin melupakan kenangan bersama dengan mantan, karena itu adalah kenangan yang berharga. Saya menghargai dan ingin menyimpan kenangan dengan mantan karena itu adalah bagian dari sejarah hidup saya. Saya ada di titik ini berkat semua mantan saya. Kisah-kisah saya dengan mereka adalah bab-bab penting dalam buku kehidupan saya. Tapi kenangan hanyalah kenangan, untuk disimpan dalam sebuah laci di dalam hati. Bukan berarti saya ingin mengulang dan mengalaminya lagi. Menyimpan dan menghargai kenangan dengan mantan bukan berarti Anda tidak mencintai pacar Anda yang sekarang sepenuhnya. Hanya karena ada ‘folder’ berlabel ‘mantan’ dikomputer Anda, bukan brarti OS Windows Andajadi tidak bisa berfungsi, bukan? Hanya karena menyimpan kenangan dengan mantan,bukan berarti hati Anda jadi tidak bisa berfungsi sepenuhnya, bukan? Kenangan Andadengan mantan hanyalah sebuah ‘folder’ di hati Anda. Itu saja. Bila Anda pikir hubungan dekat dengn mantantanpa ada embel macam-macam itu sepertinya MUSTAHIL tercipta, maka Anda salah besar. Bila Anda pikir hubungan dekat dengan mantan MUSTAHIL tercipta dengan tulus, maka Anda perlu kaji ulang persepsi Anda tentang hubungan dan cinta. Memang benar, sampai kapanpun mantan akan selalu jadi ‘mantan’. Tidak mungkin jadi sekedar teman biasa, karena ada ikatan memori yang khusus. Tapi sangat mungkin untuk membina hub dekat yang murni dan tulus dengan mantan. Saling peduli dan menghargai kenangan yang dimiliki bersama. Karena itu, mantan akan jadi ‘sahabat khusus’. Lebih dari sekedar teman biasa, tapi juga tidak ada unsur cinta-cintaan lagi sama sekali. Beberapa fakta umum bahwa mantan akan selalu punya tempat khusus dalam hidup Anda: *.Anda suka mengecek profile Facebook dan informasi lainnya tentang mantan Anda. Tidak apa-apa, karena dia juga melakukan hal yang sama. Memang tidak ada maksud apa-apa, bukan ngarep ingin balikan atau apapun. Andahanya ingin tahu saja bagaimana keadaan mantan Anda sekarang. *.Anda paling tidak ingin bertemu mantan dalam keadaan tidak siap. Anda ingin bila bertemu mantan, entah disengaja atau tidak, Anda tampil oke. Supaya tidak malu *.Meskipun sudah bahagia dengan pacar yangsekarang, tapi bila teringat mantan bisa tiba-tiba jadi galau dan gundah gulana, meskipun hanya sedikit. Galau karena teringatmantan itu normal. Memori tidak akan bisa dihapus. Jadi jangan marah kalo pacar Anda teringat mantan-nya juga. Cuma, jangan sampai memori tentang mantan sampai mengganggu kebahagiaan Anda saat ini. *.Dari semua mantan Anda, pasti ada satu yang paling berkesan dan membekas. Istilahnya, mantan favorit Anda. Nah, galau yang Anda rasakan di atas itu biasanya karenasang mantan favorit ini, bukan mantan yang lain. Percaya atau tidak, mantan favorit Anda akan selalu punya tempat khusus di hati Anda meski Anda sudah menikah nanti. Bagaimana cara membuang semua ekses emosi negatif dan tetap berhubungan baik dengan mantan? Apapun yang drama yang terjadi setelah putushubungan: berantem parah, saling kasar, dan menyakiti, itu bukan masalah untuk memulai hubungan kembali sebagai sahabat. Setelah semuanya reda, mungkin beberapa minggu (atau bulan) setelahnya, Anda wajib lakukan CLOSURE dengan mantan. CLOSURE adalah pernyataan resmi dari diri Anda untuk mantan bahwa Anda menutup hubungan tersebut dengan baik-baik, sebagaimana Anda memulai hubungan tersebut dengan baik-baik. CLOSURE adalah penetralisir mujarab hubungan yang rusak. Anda dan mantan bisa memulai sebuah hubungan baru sebagai sahabat. Ajak mantan Anda ketemuan. Dia pasti bersedia bila suasana memang sudah reda dan Anda memintanya dengan baik. Bila dia memang masih belum mau bertemu, tidak apa-apa.. itu tandanya emosinya masih belum reda. Sabar saja, dan coba lagi nanti. Dalam pertemuan tersebut, jelaskan perasaanAnda TANPA membahas hubungan Anda dengannya dan JANGAN menyalahkannya. Katakan bahwa Anda mengerti semua yang terjadi dan menghargai apapun keputusannya.Minta maaf padanya atas semua salah Anda. Dan tentu saja, Anda juga harus bisa memaafkan mantan Anda atas semua kesalahan yang pernah dilakukannya selama dalam hubungan. Ini sangat penting! Ini kuncikedamaian di hati. Jangan lupa juga katakan terima kasih secara tulus untuk semua kenangan. Ingat, bagaimanapun juga Anda pernah bahagia bersamanya. Dan terakhir, ajak dia untuk bersama2 menutup hubungan tersebut dengan baik-baik, katakan padanya untuk jaga diri baik-baik dan semoga dia bahagia. Katakan juga bahwa Anda akan selalu jadi sahabatnya, bahwa ia bisa hubungi Anda kapan saja ia butuh teman. Akhiri pertemuan tersebut dengan sebuah jabat tangan atau pelukan yang hangat. Tapi yang terpenting adalah, Anda tulus melakukan CLOSURE tersebut! Bila Anda masih ngarep ingin balikan atau benci padanya, maka semua ini percuma saja. Karena itu berarti Anda yang masih belum siap untuk bersahabat dengannya. Bila Anda tulus, maka Anda akan merasa lega dan bisa move on tanpa beban, siap untuk meraih cinta dan kebahagiaan Anda kembali. Untuk berbagai artikel dan cara mengatasi putus cinta dapat Anda baca langsung di notes - notes saya edisi atau entri sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form rel=&quot;async&quot; class=&quot;live_10150162967601571_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode&quot; method=&quot;post&quot; action=&quot;http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php&quot; data-live=&quot;{&quot;seq&quot;:0}&quot; style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;UIActionLinks UIActionLinks_bottom&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:&quot;20&quot;}&quot; style=&quot;color: rgb(153, 153, 153); &quot;&gt;&lt;button class=&quot;like_link stat_elem as_link&quot; title=&quot;Like this item&quot; type=&quot;submit&quot; name=&quot;like&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:22}&quot; style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; width: auto; text-align: left; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;default_message&quot; style=&quot;display: inline; &quot;&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;label class=&quot;uiLinkButton comment_link&quot; title=&quot;Leave a comment&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(107, 132, 180); font-weight: normal; vertical-align: text-top; &quot;&gt;&lt;input data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:24}&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Comment&quot; style=&quot;font-weight: normal; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; color: rgb(107, 132, 180); cursor: pointer; font-family: &apos;Lucida Grande&apos;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: text-top; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1577495311&amp;amp;p[]=10150162967601571&quot; rel=&quot;dialog&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); text-decoration: none; &quot;&gt;Share&lt;/a&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://romansa.ucoz.net/blog/masih_mungkinkah_bersahabat_dengan_mantan_pacar/2011-03-28-101</link>
			<category>Broken Heart Survival Guide</category>
			<dc:creator>avacschat</dc:creator>
			<guid>https://romansa.ucoz.net/blog/masih_mungkinkah_bersahabat_dengan_mantan_pacar/2011-03-28-101</guid>
			<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 03:51:00 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria ( bagian 2 - selesai )</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Setelah saya membeberkan konsep wanita feminin di notes atau entri sebelumnya, maka tak ada salahnya apabila kali ini saya akanmemberikan beberapa panduan aplikatif cara menggunakan sifat feminin Anda dengan efektif. Mungkin Anda para wanita protes, mengapa harus mendengarkan kata-kata saya, seorang pria. Tapi justru karena saya pria maka saya tahu wanita seperti apa yang bisa membuat saya bertekuk lutut. Dan jelas saya juga mewakili para sobat pria yang lain. Sederhana sekali sebenarnya. Satu prinsip yang perlu diingat para wanita adalah: pria itumahluk ego. Di jaman kakek nenek kita d...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Setelah saya membeberkan konsep wanita feminin di notes atau entri sebelumnya, maka tak ada salahnya apabila kali ini saya akanmemberikan beberapa panduan aplikatif cara menggunakan sifat feminin Anda dengan efektif. Mungkin Anda para wanita protes, mengapa harus mendengarkan kata-kata saya, seorang pria. Tapi justru karena saya pria maka saya tahu wanita seperti apa yang bisa membuat saya bertekuk lutut. Dan jelas saya juga mewakili para sobat pria yang lain. Sederhana sekali sebenarnya. Satu prinsip yang perlu diingat para wanita adalah: pria itumahluk ego. Di jaman kakek nenek kita dulu, peran pria sangat jelas. Ia adalah kepala, pelindung, dan penyedia fasilitas kehidupan bagi wanita dan keluarganya. Tapi di jaman sekarang, tuntutan menjadi seorang pria telahmenjadi sangat tinggi karena wanita telah mampu melakukan apa yang tadinya hanya bisa dikerjakan pria. Contohnya, apabila wanita bekerja sebagai manajer maka otomatis tuntutan pria adalah memiliki jabatan dan gaji yang lebih besar daripada wanita. Karena apabila tidak begitu maka dia tidak akan dipandang. Baik oleh wanita maupun oleh lingkungannya. Dan dengan segala perlakuan istimewa yang diterima wanita, jelas membuat wanita terasa jauh lebih dipuja, berkuasa dan diutamakan. Contoh paling nyata adalah budaya menembakyang jelas tidak ada pada jaman kakek nenek kita dulu. Dengan menembak, pria menaruh masa depan kebahagiaannya pada tangan wanita. Wanita lah yang memutuskan dan memilih. Pria hanya bisa pasrah dan berdoa. Dewasa ini, pria telah kehilangan harga dirinya. Karena itu, pria jaman sekarang butuhmerasa dihormati dan dihargai. Satu kata untuk merangkum 2 hal itu adalah: respek. Wanita yang bisa memberikan respek pada pria sudah pasti akan menjadi rebutan! Dalam hubungan romansa, pria butuh merasa bahwa ia mampu membahagiakan pasangannya. Kebahagiaan pria dalam membina hubungan romansa dengan wanita hanyalah satu: ketika ia dapat membahagiakan wanita yang disayanginya. Percaya atau tidak, 90% pria selingkuh karenaia merasa tidak mampu membahagiakan pasangannya meskipun telah berusaha dengan begitu keras, dan akhirnya ia pun menyerah.. Itu semua kembali berpulang pada ego. Karena apabila seorang pria dapat membahagiakan pasangannya berarti ia adalah seorang pria sejati dan sang wanita akan respek padanya secara penuh. Dan sebaliknya, apabila ia tidak bisa membahagiakan pasangannya, yang dirasakannya ketika sang wanita tidak lagi respek padanya, berarti ia adalah seorang priayang gagal. Pecundang. Akibatnya, ia akan mencari wanita lain yang bisa dibahagiakan olehnya. Wanita yang respek padanya. Wanita yang bisa membuatnya merasa sebagai pria sejati. Jadi sangat penting bagi wanita untuk mengurangi keluhan dan tuntutan karena itu adalah tanda ketidakbahagiaan, dan penting pula untuk menunjukkan bahwa Anda bahagia bersamanya. Apabila Anda merasa ada begitu banyak kekurangan dalam diri pria pendamping Anda, maka cara yang tepat untuk membuatnya berubah bukanlah dengan mengeluh dan menuntut. Itu sama sekali tidak efektif, malahan akan membuat si pria semakin yakin bahwa dia tidak bisa membahagiakan Anda. Dan percayalah.. cepat atau lambat, ia akan menyerah. Satu-satunya cara agar wanita bisa merasa bahagia adalah dengan menjadi wanita yang sesungguhnya, wanita feminin yang memeluk sifat-sifat kewanitaannya secara penuh. Seorang wanita yang mengerti peranannya dalam hubungan: bersedia dipimpin, dibimbing, dan tidak berusaha untuk berkompetisi dengan pria. Karena ketika seorang wanita membiarkan dirinya menjadi wanita yang utuh, maka sang pria pun akan menjadi pria yang sejati yang selalu berusaha agar wanitanya dapat tersenyum bahagia. Supaya tidak terdengar absurd, mari kita bahas secara bertahap. Tahap Pre-Relationship Memang wajib bagi seorang wanita untuk jual mahal apabila Anda ingin agar sang pria menghargai dan tidak menganggap Anda murahan. Tapi harap diingat, jual mahal tidak sama dengan bersikap rese dan menyebalkan.Jual mahal tidak sama dengan memberikan tes-tes tidak masuk akal hanya untuk membuktikan ketulusan sang pria. Jual mahal bukanlah memasang tembok tebal agar Anda tidak disakiti, tapi malah jadi menyakiti. Pria yang berkualitas tahu tugasnya. Ia akan berinisiatif untuk memulai hubungan dengan cara yang menyenangkan. Mengajak Anda ngobrol, membuat Anda tertawa, menelpon dan SMS, mengajak Anda untuk pergi nonton atau sekedar makan malam, tapi ia akan TETAP menjaga jarak dan memberi ruang bagi Anda untuk berpikir dan menghargai keputusan Anda. Pria berkualitas TIDAK AKAN menelpon dan SMS Anda dengan bertubi-tubi, serta memaksa Anda untuk pergi dengannya. Pria berkualitas akan berusaha membuat Anda aman, nyaman, dan tanpa tekanan apapun. Apabila Anda bertemu pria yang seperti itu, maka tugas Anda sangatlah mudah! Anda hanya perlu merespon dengan positif dan tunjukkan bahwa Anda memiliki minat padanya. Saya tidak menganjurkan Anda untukbersikap agresif, sama sekali tidak.. silakan menolak ajakannya sesekali dengan alasan sibuk, tidak mengangkat telpon atau membalas SMS setelah 2 jam. Tapi Anda WAJIBsesekali menghubunginya duluan. Cukup dengan SMS pancingan, &quot;Lagi dimana nih?” Yes, girls.. we know that’s just a bait . Tapi tidak masalah, karena pria akan dengan senang hati memakan umpan Anda, karena Anda telah menunjukkan minat Anda. Ketika pergi berdua, pria berkualitas akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, sehingga Anda tidak perlu lagi memusingkan hal apapun selain menikmati saat-saat bersamanya. Pria berkualitas tidak akan bertanya kepada Anda mau ngapain, mau makan di mana, mau nonton apa, mau ngobrol apa, dsb.. ia tahu apa yang ia lakukan.Karena itu adalah tugasnya untuk membuat suasana kencan semenyenangkan dan senyaman mungkin bagi Anda. Tugas Anda hanya satu: nikmati dan hargai usahanya. Janganlah sibuk dan autis dengan Twitter atau Blackberry Anda, tertawalah padasetiap jokes yang ia sampaikan, meskipun tidak lucu paling tidak Anda bisa mengomentari ketidaklucuannya dan tertawa bersamanya. Setiap kali ia memulai percakapan dan bertanya pada Anda, pastikanAnda juga bertanya balik. Jangan pasif. Tanyakan juga hal-hal yang ingin Anda ketahuidari dirinya. Hanya karena Anda bertanya duluan bukan berarti Anda murahan dan tidak tahu malu, justru itu menunjukkan Anda adalah seorang wanita yang tahu etika pergaulan. Dan yang paling penting adalah: apabila Anda menikmati kencan tersebut, Anda WAJIB menunjukkannya. Tidak perlu secara langsung.Ketika Anda sampai di rumah, cukup SMS, &quot; Thanks for tonight.. I had a really good time . Kalo dah nyampe rumah kabarin yah =)” Percaya deh, setiap pria pasti akan tersenyum bangga dan berbunga-bunga ketika membaca SMS seperti itu, karena itu berarti ia telah menunaikan tugasnya dengan baik. Dan ia pasti akan mengajak Anda untuk pergi lagi.Ketika ia mengajak Anda bertemu dengan teman-temannya, pastikan Anda juga bergaul dengan mereka. Memulai percakapan dan bercanda bersama. Mungkin Anda pemalu, tapiAnda harus paksa diri Anda. Setiap pria menginginkan seorang wanita yang bisa diajak hang-out bareng bersama teman-temannya. Pria berkualitas akan menuntun Anda masuk ke dalam sebuah hubungan tanpa paksaan dan tanpa tekanan. Ia tidak takut untuk mengambil resiko, tapi ia juga tahu batasan. Ia akan membuat segalanya berjalan begitu lancar dan menyenangkan. A real gentleman knows how to treat a lady, but you must become a real lady first. Apabila Anda tidak bisa atau belum pernah menemukan pria berkualitas yang seperti itu, maka jelas Anda wajib untuk lebih membuka diri dan memperluas pergaulan Anda. Apabila Anda tahu bahwa di lingkaran sosial Anda tidak terdapat pria yang demikian, maka saatnya untuk membuka kesempatan-kesempatan baru di luar lingkaran kenyamanan Anda. Tahap In-Relationship Respek dan dukungan. Itu dua hal utama yangpaling dibutuhkan pria dari pasangannya. Selalu hargai setiap usahanya menyenangkan hati Anda, dan tunjukkan itu secara verbal maupun non verbal. Anda sudah pacaran sekarang, bukan saatnya lagi untuk malu-malu dan gengsi. Pria berkualitas pasti memiliki tujuan, mimpi, misi, ataupun sekedar hobi fanatik dalam hidupnya. Dan dia menginginkan dukungan Anda. Jadi tunjukkan dukungan Anda. Tunjukkan minat Anda terhadap hal tersebut. Apabila Anda tidak menyukai hal itu, jangan pernah menentangnya apalagi memaksanya untuk memlilih antara Anda dan misinya itu. Bila itu terjadi, maka jangan salahkan dia apabila dia meninggalkan Anda. Tanya pada setiap pria yang Anda kenal, mereka semua pasti menginginkan wanita yang penurut. Penurut disini maksudnya bukanwanita yang selalu melakukan apa saja yang diminta. Tapi lebih spesifik pada sikap Anda yang tetap respek ketika terjadi konflik dengannya. Dengan kata lain: tidak melawan dan menentang dengan keras. Selalu ingat prinsip di atas: pria adalah mahluk ego. Jadi JANGAN PERNAH berkompetisidengannya, apalagi menjatuhkan harga dirinya. Itu akan berakibat fatal pada hubungan Anda. Bagi wanita, sangat efektif apabila Anda memakai prinsip MENGALAH UNTUK MENANG. Apabila sang pria sedang marah atau kesal karena suatu masalah, janganlah ikutan marah dan melawannya. Di saat seperti ini, wanita biasanya malah menjadi lebih marah dari sang pria. Tapi insting dasar seorang pria tidak akan membiarkan dirinya kalah, apalagi oleh wanita. Apabila seorang pria merasa dirinya benar, dia lebih baik mengorbankan hubungannya dengan Anda daripada harus mengaku salah. Bagi wanita memang kedengarannya egois dan kekanakkan, tapi justru pria yang seperti itu memiliki prinsip yang kuat. Dan Anda jelas menyukai pria yang memiliki prinsip yang kuat. Bukan pria yang labil yang bisa dimanipulasi dengan mudah. Saya akan berikan satu tips: Jauh lebih efektifapabila Anda menangis daripada marah-marah. Tapi bukan menangis yang histeris danteriak-teriak menjengkelkan, tapi menangis yang sedih tanpa bersuara. Oh.. itu akan meluluh lantakkan hatinya. Tapi JANGAN pakai teknik menangis ini terlalu sering karena akankehilangan efektifitasnya begitu ia merasa terbiasa. Pakai hanya untuk saat-saat penting saja. Berbeda dengan wanita yang bisa marah berhari-hari, pria tidak terbiasa untuk memendam kemarahan. Pria jauh lebih stabil dari wanita, jadi ia tidak akan marah lama-lama. Ketika emosinya reda (biasanya dalam waktu 1-2 jam saja) sentuh dan rayu dia dengan manis dan lemah lembut. Minta maaf karena Anda telah membuatnya gusar dan marah. Ini penting. Kebanyakan wanita jaman sekarang sangat sulit berkata ‘maaf’. Setelah itu baru Anda dapat menjelaskan apa mau Anda. Dan jauh lebih efektif apabila Andamenunjukkan penghargaan atas apa yang membuat Anda senang, daripada mengeluh tentang hal yang tidak Anda sukai. Contohnya begini: apabila Anda merasa bahwapria tersebut kurang memperhatikan Anda, janganlah marah-marah, mengeluh dan menuntut, &quot;Kok kamu gak perhatian sama akusih! Pokoknya kalo kamu gak telpon tiap malam aku bakal marah besar!” No! No! No! Itu sama sekali bukan cara persuasi yang efektif! Kalaupun dia menuruti Anda, dia melakukannya bukan karena keinginan hatinya. Lebih ampuh apabila Anda berkata begini dengan manja, &quot;Kemarin itu pas kamu telpon aku malam-malam, wah aku hepi banget.. sampe tidurnya aja tersenyum. Kamu kok tau kalo aku lagi kangen? Sering-sering dong telpon aku, biar aku tidurnya enak..” Saya jamin ia akan menelpon Anda malam itu juga! Dan ketika ia menelpon Anda, jangan lupa untuk mengucapkan, &quot;Makasih yah udah nelpon aku..” Apabila Anda melakukannya dengan sifat feminin Anda, maka tidak ada pria yang mampu menolak permintaan Anda. Inilah kekuatan sifat feminin seorang wanita! Anda sudah menonton film Incredible Hulk yang diperankan oleh Edward Norton dan Liv Tyler? Ingat adegan di mana Betty Ross menenangkan sang raksasa Hulk dengan lembut dan hangat? Itulah mengapa saya bilang sifat feminin jauh lebih kuat daripada sifat maskulin pria. Bayangkan bila Hulk berhadapan dengan Carrie Bradshaw dengan tangan dipinggang dan malah balik marah-marah. Saya tidak akan menyalahkan Hulk apabila ia menempelengnya terbang jauh-jauh. Saya sangat mengerti apabila Anda merasa saran-saran saya sepertinya merugikan Anda sebagai seorang wanita, dan Anda tidak bisa menerimanya. Tapi sikap Anda yang keras kepala itulah yang membuat hubungan Anda dengan pria selalu berakhir tragis. Itu pula yang menyebabkan Anda masih terus kesepianhingga saat ini. Itu buktinya bahwa Anda belum bisa menerima sifat feminin Anda sebagai seorang wanita sesungguhnya. Logikanya begini, dengan mengalah dan bersikap manis serta lemah lembut, Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan. Anda akan dapat merubah sikap pasangan Anda. Hubungan Anda akan langgeng dan Anda akan bahagia. Bukankah itu yang selamaini Anda inginkan? Ataukah Anda hanya ingin menang melawan pria dan membuktikan bahwa Anda adalah wanita berkuasa yang tidak mau mengalah pada pria? Bila pilihan Anda adalah yang kedua, maka saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi bila pilihan Anda adalah yang pertama, maka menjadi wanita feminin yang sesungguhnya adalah satu-satunya jalan mendapatkan hal tersebut. Ingat baik-baik satu hal ini: pria mencari istri yang respek dan mendukungnya, yang keibuandan bisa mengurus keluarga dengan hangat, BUKAN istri yang seksi dengan karir sukses yang selalu menentang dan mengeluh setiap saat..Semoga notes ini bisa membantu kawan semua untuk lebih bijak dalam melangkah di kehidupan ini.Terima kasih untuk tetap setia mengikuti notes - notes saya..&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form rel=&quot;async&quot; class=&quot;live_10150162961096571_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode&quot; method=&quot;post&quot; action=&quot;http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php&quot; data-live=&quot;{&quot;seq&quot;:15941460}&quot; style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;UIActionLinks UIActionLinks_bottom&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:&quot;20&quot;}&quot; style=&quot;color: rgb(153, 153, 153); &quot;&gt;&lt;button class=&quot;like_link stat_elem as_link&quot; title=&quot;Like this item&quot; type=&quot;submit&quot; name=&quot;like&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:22}&quot; style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; width: auto; text-align: left; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;default_message&quot; style=&quot;display: inline; &quot;&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;label class=&quot;uiLinkButton comment_link&quot; title=&quot;Leave a comment&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(107, 132, 180); font-weight: normal; vertical-align: text-top; &quot;&gt;&lt;input data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:24}&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Comment&quot; style=&quot;font-weight: normal; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; color: rgb(107, 132, 180); cursor: pointer; font-family: &apos;Lucida Grande&apos;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: text-top; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1577495311&amp;amp;p[]=10150162961096571&quot; rel=&quot;dialog&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); text-decoration: none; &quot;&gt;Share&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://romansa.ucoz.net/blog/senjata_terampuh_wanita_untuk_menaklukkan_pria_bagian_2_selesai/2011-03-23-100</link>
			<category>Broken Heart Survival Guide</category>
			<dc:creator>avacschat</dc:creator>
			<guid>https://romansa.ucoz.net/blog/senjata_terampuh_wanita_untuk_menaklukkan_pria_bagian_2_selesai/2011-03-23-100</guid>
			<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 04:50:30 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Benar atau salah tentang istilah &quot;Jika jodoh tak akan kemana&quot;</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Kita pasti sudah sangat familiar dengan judul notes saya kali ini. Biasanya kalimat ini diucapkan dengan ekspresi keyakinan yang sangat tinggi. Yakin akan apa? Yakin bahwa Tuhan telah menciptakan seorang wanita khusus untuk kita yang kelak akan menjadi pasangan hidup kita. Seorang wanita yang adalah tulang rusuk kita. Hal ini juga yang diucapkan mantan pacar kita (mantan tunangan sayapun berucap demikian) dulu...&amp;nbsp;&lt;br&gt;Nice! Jodoh memang nggak akan kemana-mana koq. Tapi yang masalahnya, kalau kita nggak kemana-mana, bagaimana kita bisa menemukan jodoh kita? Seringkali kita terjebak d...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Kita pasti sudah sangat familiar dengan judul notes saya kali ini. Biasanya kalimat ini diucapkan dengan ekspresi keyakinan yang sangat tinggi. Yakin akan apa? Yakin bahwa Tuhan telah menciptakan seorang wanita khusus untuk kita yang kelak akan menjadi pasangan hidup kita. Seorang wanita yang adalah tulang rusuk kita. Hal ini juga yang diucapkan mantan pacar kita (mantan tunangan sayapun berucap demikian) dulu...&amp;nbsp;&lt;br&gt;Nice! Jodoh memang nggak akan kemana-mana koq. Tapi yang masalahnya, kalau kita nggak kemana-mana, bagaimana kita bisa menemukan jodoh kita? Seringkali kita terjebak dengan pemikiran &amp;amp; keyakinan (yang tidak mendasar) bahwa jodoh akan datang dengan sendirinya. Kita akan secara ajaib bertemu dengan jodoh kita di waktu dan tempat yang tidak kita duga. Jodoh itu akan datang menghampiri dan menyapa kita dengan senyum terindahnya lalu mengajak kita kencan di malam berikutnya. Its Bullshit.. Cuma ada dalam film atau sinetron, film/ sinetron berasal dari naskah, naskah berawal dari ketikan ide, ide muncul karena hayalan. Jadi kisah yang ada di film sama dengan HAYALAN dari seseorang. Kecil, hanya sepersekian persen dicampur realitas.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Seharusnya itu cuman ada dipikiran wanita, kawan. Bukan di pikiran kita sebagai pria. Banyak teman saya curhat, mengatakan bahwa dia merasa kesulitan mendapatkan kekasih. Ia sempat menyesal kenapa tidak mencari pacar waktu dulu masih kuliah. Sepertinya sekarang waktu sudah kerja justru lebih susah mendapatkan pacar. Saya jadi penasaran. Ketika saya tanya apa aktivitasnya sehari-hari, ternyata waktunya banyak dihabiskan di kantor. Jika ada waktu luang, ia lebih suka menekuni hobinya main game, nonton DVD, atau surfing dunia maya dari rumah. Mungkin sesekali ke mall untuk mencari barang yang dibutuhkan dan kemudian pulang. Teman saya ini juga tidak ikut dalam komunitas apa-apa. Singkatnya, dia hidup &quot;sendirian”.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Saya yakin, kamu pasti setuju dengan saya bahwa masalah utamanya bukan tentang waktu. Tapi tentang kemauan untuk bersosialisasi dengan lawan jenis kapanpun dan dimanapun. Bagaimana mungkin kita mengharapkan mendapatkan kekasih kalau kita tidak pernah memulai untuk bersosialisasi dengan mereka? Kita adalah pria yang hidup di Asia, tidak mungkin seorang wanita (cantik) akan menghampiri kita duluan untuk mengajak kenalan dan kemudian mengajak kencan. Kecuali kalau tampang kamu seperti Brad Pitt. Wanita di Asia pada umumnya akan menunggu si pria untuk mengajaknya ngobrol. Bahkan Kuntilanak juga cuman berdiri diam sambil tersenyum menyeringai, sambil menertawakan anda.. Xixixixixi... Tidak akan ada judulnya menghampiri kita dan mengajak ngobrol (lupakan Sadako dalam film &quot;The Ring”). Tapi kalau saja ada wanita yang menghampiri duluan dan mengajak kamu kenalan, pasti kamu akan berpikir aneh-aneh. Mungkin kamu akan berpikir wanita itu seorang sales kartu kredit, SPG rokok, SPG mobil, atau kamu akan menganggapnya cewek agresif. Wkwkwkwkwk.. (maav ni yah buat cewek, memang susah jadi cewek) Ah…susah sekali! Ada cewek nganggur nggak dideketin, tapi kalo ada cewek yang deketin duluan malah mikir dia agresif!&amp;nbsp;&lt;br&gt;Guys.. Sebenarnya kita tidak bisa mengkambing-hitamkan kesibukan atau kurangnya waktu yang menyebabkan kita menjadi jomblo menahun dan mungkin sudah mendekati stadium 4. Kita sendiri yang mempersulit diri selama ini entah karena kurang pergaulan atau bingung bagaimana caranya untuk memulai berbicara dengan wanita asing. Kalau kamu merasa kesulitan untuk memulai hubungan yang seru dengan wanita asing, saya sudah mengajarkannya di notes sebelumnya atau akan saya kupas lagi notes yang akan datang. Tapi kalau kamu merasa kurang pergaulan, sebaiknya kamu mulai bergabung dengan komunitas-komunitas yang ada. Kamu bisa memulainya dengan bergabung di komunitas hobi atau komunitas olah raga seperti gym, club motor dan lainnya untuk mulai bersosialisasi dengan wanita di sana. Lupakan komunitas seperti forum dunia maya kalau kamu tidak pernah datang di acara gatheringnya atau kopdar (kopi darat). Sebaiknya cari komunitas yang membuat kita lebih sering bertemu sehingga kita lebih mudah bersosialisasi secara nyata. Kembali pada kata pepatah legendaris : Jodoh nggak akan kemana-mana. Tapi kalo nggak kemana-mana, gimana bisa dapet jodoh?” . So…kamu sudah kemana aja? Tanda tanya besar di depan muka anda.&lt;br&gt;Selamat kemana - mana.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form rel=&quot;async&quot; class=&quot;live_10150186451176571_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode&quot; method=&quot;post&quot; action=&quot;http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php&quot; data-live=&quot;{&quot;seq&quot;:16327380}&quot; style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;UIActionLinks UIActionLinks_bottom&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:&quot;20&quot;}&quot; style=&quot;color: rgb(153, 153, 153); &quot;&gt;&lt;button class=&quot;like_link stat_elem as_link&quot; title=&quot;Like this item&quot; type=&quot;submit&quot; name=&quot;like&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:22}&quot; style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; width: auto; text-align: left; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;default_message&quot; style=&quot;display: inline; &quot;&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;label class=&quot;uiLinkButton comment_link&quot; title=&quot;Leave a comment&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(107, 132, 180); font-weight: normal; vertical-align: text-top; &quot;&gt;&lt;input data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:24}&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Comment&quot; style=&quot;font-weight: normal; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; color: rgb(107, 132, 180); cursor: pointer; font-family: &apos;Lucida Grande&apos;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: text-top; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1577495311&amp;amp;p[]=10150186451176571&quot; rel=&quot;dialog&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); text-decoration: none; &quot;&gt;Share&lt;/a&gt;&amp;nbsp;·&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://romansa.ucoz.net/blog/benar_atau_salah_tentang_istilah_quot_jika_jodoh_tak_akan_kemana_quot/2011-03-17-143</link>
			<category>Broken Heart Survival Guide</category>
			<dc:creator>avacschat</dc:creator>
			<guid>https://romansa.ucoz.net/blog/benar_atau_salah_tentang_istilah_quot_jika_jodoh_tak_akan_kemana_quot/2011-03-17-143</guid>
			<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 05:23:22 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria ( bagian 1 )</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Sudah lama sekali saya ingin menulis tentang hal ini, namun baru bisa kesampaian karena saya membutuhkan waktu cukup lama untuk menyusun tulisan ini agar pesannya dapat sampai dengan baik. Topik ini sangat penting buat saya pribadi dan terus terang membuat saya sedikit frustrasi, karena sepertinya sedikit sekali wanita yang mengerti hal ini. Banyak permasalahan dunia romansa yang terjadi di sekitar kita dewasa ini timbul akibatketidak mampuan wanita untuk mengerti dan menggunakan senjata terampuh mereka. Begitu banyak perceraian, putus cinta, patah hati, penderitaan, dan jutaan air mata...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; &quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; word-wrap: break-word; display: block; zoom: 1; &quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; line-height: 1.5em; &quot;&gt;Sudah lama sekali saya ingin menulis tentang hal ini, namun baru bisa kesampaian karena saya membutuhkan waktu cukup lama untuk menyusun tulisan ini agar pesannya dapat sampai dengan baik. Topik ini sangat penting buat saya pribadi dan terus terang membuat saya sedikit frustrasi, karena sepertinya sedikit sekali wanita yang mengerti hal ini. Banyak permasalahan dunia romansa yang terjadi di sekitar kita dewasa ini timbul akibatketidak mampuan wanita untuk mengerti dan menggunakan senjata terampuh mereka. Begitu banyak perceraian, putus cinta, patah hati, penderitaan, dan jutaan air mata tumpahakibat hal ini pula. Karena itu tulisan kali ini juga saya tujukan bagi para wanita. Di jaman modern ini, peran wanita dan pria sudah begitu banyak berubah apabila dibandingkan dengan jaman kakek-nenek atau ayah-ibu kita dulu. Sekarang ini feminisme sudah begitu mengakar kuat di masyarakat kita membuat para wanita terpaksa menjadi seperti pria. Mereka dituntutuntuk bisa mandiri, mengejar karir, pendidikan, kekayaan, dan dapat melakukan semua yang bisa dilakukan pria. Dan ini membuat wanita memasang harga terlalu tinggi dan tidak realistis sehingga mereka kesulitan mendapatkan pria berkualitas. Tapi yang paling parah dari semua pengaruh feminisme itu, ironisnya, adalah hilangnya sifat feminin para wanita. Hilangnya sifat kewanitaan para wanita. Padahal justru hal iniadalah senjata terampuh Anda untuk menaklukkan pria manapun! Para wanita, camkan hal ini: sifat feminin wanita adalah kekuatan yang paling besar di dunia ini. Jauh lebih kuat dari sifat maskulin pria yang paling jagoan sekalipun! Di akhir tahun 1960, seorang pria bernama Arthur Bremer bertekad untuk membunuh Presiden Amerika Serikat pada waktu itu, Richard Nixon. Ia telah merencanakan hal ini selama 3 tahun lamanya. Dan hari itu dia pergidengan tekad luar biasa dan semangat membara untuk menunaikan tugasnya. Di tengah-tengah kerumunan orang ramai ia berjalan dan mendekati sang Presiden. Mengambil jarak yang cukup untuk menembakkan pistolnya. Dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan sedikitpun, ia memasukkan tangannya ke saku jas dan memegang erat pistol. Sebentar lagi ia akan membuat sejarah.. Tapi tak disangka seseorang menabrak lengannya. Dengan penuh kemarahan karena konsentrasinya terpecah akibat gangguan tersebut, ia menoleh dan melihat seorang wanita. Seorang ibu bertubuh kecil mungil yang berkata padanya dengan lemah lembut, &quot;Ohh! Maaf.. saya tidak sengaja.. apakah Andabaik-baik saja?” Melihat sosok wanita yang begitu halus dan lemah lembut, penuh kasih sayang dan kepedulian, di detik itu juga Arthur Bremer mengurungkan niatnya membunuh sang Presiden. Karena ia tidak ingin sang wanita yang polos tersebut melihat sebuah pemandangan pembunuhan yang mengerikan. Ia tidak ingin wanita tersebut melihatnya melakukan pembunuhan yang sadis. Ini adalah kisah nyata yang ditulis Arthur Bremer sendiri dalam buku hariannya, yang lalu diterbitkan dengan judul An Assasin’s Diary . Dan ini sudah menjadi kisah klasik untuk menunjukkan betapa kekuatan sifat feminin wanita bisa menaklukan pria yang paling sadis sekalipun. Untuk menaklukkan pria manapun, wanita harus memiliki hal ini: sifat feminin. Sifat feminin ini yang sangat jarang sekali saya temukan. Sifat ceria dan percaya diri namun penuh cintakasih, penyayang, penyabar, perawat, pengalah, menghargai orang lain, penuh simpati dan empati, halus dan lemah lembut baik dari pembawaan maupun tutur kata. Dan semua ini terlihat dan bisa dirasakan dari caradia berpakaian, cara berjalan atau duduk, caraberbicara, caranya menyentuh, ah.. semuanya terlihat begitu anggun, gemulai dan cantik! Sifat feminin yang saya temukan pada ibu saya, pada nenek saya, pada ibu guru SD saya,dan pada setiap wanita yang saya kagumi. Karena itulah maka dikatakan setiap pria akan selalu mencari sosok wanita yang sepertiibunya. Tapi sebenarnya, bukan sosok seperti ibunya yang dicari, melainkan sosok wanita yang memancarkan sifat feminin yang sama. Masalahnya, di jaman ini, di mana setiap wanita ingin menjadi Carrie Bradshaw dan Paris Hilton serta menjadi seorang wanita super yang tidak membutuhkan pria , mencari wanita yang memiliki sifat feminin di atas itu seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Makanya wanita yang memiliki sifat feminin seperti itu sudah pasti menjadi rebutan setiap pria yang mengenalnya. Saya yakin para pria yang membaca tulisan ini pun akan mengangguk setuju.. Wanita yang memiliki sikap egois, kompetitif, kasar, selalu ingin mengatur dan memegang kendali, dan tidak butuh pria, akan menjadi wanita yang maskulin. Dan wanita yang maskulin hanya akan menarik pria-pria yang feminin, yang cengeng, tunduk pada wanita, tidak memiliki pendirian, terlalu sensitif dan emosional. Akibatnya Anda akan merasa cepatbosan dan ilfil. Karena memang pada dasarnya, naluri wanita membutuhkan pria yang maskulin yang dominan. Anda tidak bisa melawan kodrat Anda. Kalaupun ada pria maskulin yang tertarik pada Anda, maka di dalam hubungan tersebut pasti terjadi perang perebutan kekuasaan. Karena pria maskulin tidak akan pernah tunduk pada wanita dan mengerti bahwa tugas seorang pria adalah menjadi pemimpin, tapi Anda ingin merebut peran tersebut. Karena itu Anda akan selalu berkelahi, bertengkar dengannya dan saling menyakiti. Saya yakin Anda pernah mengalami hal ini..Agar sebuah hubungan romansa bisa berjalan dengan harmonis, tidak bisa ada dua sifat yang sama dalam sebuah hubungan, tidak bisamaskulin-maskulin atau feminin-feminin. Bahkan dalam hubungan homoseksual sekalipun selalu ada maskulin dan feminin. Yin dan Yang. Ini adalah hukum alam semestayang tidak bisa dipatahkan, bahkan oleh feminisme sekalipun. Justru karena feminisme berusaha melawan hukum ini makanya ada begitu banyak disharmoni yang terjadi. Apabila Anda masih tidak mengerti apa bedanya feminin dan feminisme, maka silakan membaca artikel saya Wanita v.s. Pria . Feminin adalah sifat kewanitaan yang saya jabarkan di atas, sedangkan feminisme justru melawan semua itu dan mendorong wanita untuk menjadi seperti pria. Jangan salah persepsi. Saya tidak menganjurkan Anda untuk menjadi wanita bodoh tidak bersekolah, tidak memiliki pendirian sendiri, bersedia ditindas, dan tidak boleh mengejar karir. Sama sekali tidak! Menjadi feminin tidak ada hubungannya dengan semua itu. Menjadi feminin adalah menjadi wanita yang sesungguhnya. Menjadi diri Anda yang sesungguhnya. Menjadi feminin adalah soal hati dan jiwa Anda sebagai seorang wanita. Masih ingat ketika Anda pertama kali jatuh cinta? Mungkin saat Anda duduk di SMP atau SMA. Bagaimana rasanya? Indah sekali bukan?Hati Anda terasa hangat dan berbunga-bunga. Ketika bersamanya, Anda duduk dengan manis, tersipu malu, senyum Anda begitu lepas dan cantik, tutur kata Anda halus dan lembut. Anda begitu murni dan polos. Siapapun yang melihat Anda pasti dapat merasakan aura feminin yang memancar bersinar. Anda merasa menjadi wanita yang sesungguhnya saat itu. Dan memang betul. Anda telah menjadi seorang wanita. Saya tidak berbicara tentang saat jatuh cinta saja. Saya berbicara tentang saat di mana Anda jujur pada hati dan jiwa Anda sebagai seorang wanita. Ketika Anda jujur pada diri Anda sendiri, maka sifat feminin yang selama ini ada dalam diri Anda akan meluap keluar. Karena wanita adalah feminin, dan feminin adalah wanita. Anda diciptakan seperti itu. Dan itu adalah hal yang luar biasa! Anda pun tahu. Itu sebabnya Anda seringkali membayangkan masa-masa ketika Anda masih polos dahulu di mana Anda belum merasa kesepian akibat memasang tembok tebal sebagai pertahanan terhadap pria agar Anda tidak menderita sakit hati lagi. Masa-masa di mana Anda berkhayal menjadi pengantin cantik dan menjadi ibu rumah tangga dengan keluarga yang hangat penuh cinta dan anak-anak yang lucu. Dan saya tahu, setiap wanita sampai hari ini tetap menginginkan hal itu. Itu adalah hal terbaik yang bisa didapatkan oleh seorang wanita. Bukan uang, bukan karir, bukan sepatu Prada atau tas Louis Vuitton, tapi menjadi wanita sejati sesuai kodratnya. Tapi Anda telah lama melupakan perasaan tersebut. Anda telah lama meninggalkan sifat feminin Anda dan menggantinya dengan fun, fearles female ala Cosmopolitan yang hedonis dan egois. Anda telah merubah mimpi Anda menjadi ibu rumah tangga yang bahagia menjadi wanita karir yang sukses tapi kesepian. Wanita yang membuang sifat femininnya sudah pasti tidak akan bisa bahagia. Karena dia melawan dirinya sendiri sebagaimana dia telah diciptakan. Sungguh absurd rasanya apabila saya harus mengajarkan bagaimana caranya menjadi feminin, karena seharusnya Anda lebih tahu daripada saya. Demi Tuhan, Anda seorang wanita! Harusnya Anda yang mengajari saya! Tapi apabila saya yang seorang pria bisa berbicara panjang lebar seperti ini untuk mengajari Anda tentang menjadi feminin, bukankah itu membuktikan betapa kacaunya dinamika sosial kita sekarang? Saya harap para wanita menjadi malu karenanya dan melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Satu hal yang harus saya tekankan: Feminin tidak sama dengan cantik dan seksi. Karena feminin adalah sifat, maka feminin bukan dinilai dari penampilan. Yah memang Anda bisa terlihat lebih feminin dengan berpenampilan tertentu, seperti berambut panjang dan memakai gaun. Tapi itu sama saja seperti seorang pria yang melatih tubuhnya hingga macho berotot tapi sama sekali tidak maskulin, cengeng dan tidak bisa mengambil keputusan. Wanita yang memiliki sifat feminin pasti akan berpenampilan feminin. Tapi tidak sebaliknya. Pria yang maskulin dan berkualitas mungkin akan tertarik di awal-awal ketika melihat wanita yang berpenampilan cantik nan feminin. Namun ketika mengetahui bahwa itu hanyalah topeng dan alat manipulasi belaka untuk mendapatkan kepuasan ego ketika mendapat perhatian pria, mereka akan pergi meninggalkan wanita tersebut. Pria sejati luardalam menginginkan wanita sejati luar dan dalam pula. Apakah Anda wanita sejati luar dan dalam? Seluruh tulisan kali ini berisi konsep yang sayaharap dapat membuat Anda berpikir kembali mengenai sifat feminin wanita. Mungkin tidakkongruen dengan judulnya, tapi jangan khawatir karena saya akan menulis tentang cara-cara menaklukan pria dengan menjadi feminin di postingan berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form rel=&quot;async&quot; class=&quot;live_10150162957056571_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode&quot; method=&quot;post&quot; action=&quot;http://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php&quot; data-live=&quot;{&quot;seq&quot;:0}&quot; style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;UIActionLinks UIActionLinks_bottom&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:&quot;20&quot;}&quot; style=&quot;color: rgb(153, 153, 153); &quot;&gt;&lt;button class=&quot;like_link stat_elem as_link&quot; title=&quot;Like this item&quot; type=&quot;submit&quot; name=&quot;like&quot; data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:22}&quot; style=&quot;font-family: &apos;lucida grande&apos;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; overflow-x: visible; overflow-y: visible; width: auto; text-align: left; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;span class=&quot;default_message&quot; style=&quot;display: inline; &quot;&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;label class=&quot;uiLinkButton comment_link&quot; title=&quot;Leave a comment&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(107, 132, 180); font-weight: normal; vertical-align: text-top; &quot;&gt;&lt;input data-ft=&quot;{&quot;type&quot;:24}&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Comment&quot; style=&quot;font-weight: normal; background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; color: rgb(107, 132, 180); cursor: pointer; font-family: &apos;Lucida Grande&apos;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: text-top; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/label&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1577495311&amp;amp;p[]=10150162957056571&quot; rel=&quot;dialog&quot; style=&quot;cursor: pointer; color: rgb(109, 132, 180); text-decoration: none; &quot;&gt;Share&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://romansa.ucoz.net/blog/senjata_terampuh_wanita_untuk_menaklukkan_pria_bagian_1/2011-03-14-99</link>
			<category>Broken Heart Survival Guide</category>
			<dc:creator>avacschat</dc:creator>
			<guid>https://romansa.ucoz.net/blog/senjata_terampuh_wanita_untuk_menaklukkan_pria_bagian_1/2011-03-14-99</guid>
			<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 04:50:04 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>