Saturday, 17 Nov 2018, 16.32.43

ROMANSA

Main | Blog | Registration | Login
Site menu
Section categories
Broken Heart Survival Guide [170]
ANDA SAMPAI DI HALAMAN INI, KARENA ANDA SEDANG MERASAKAN KEBINGUNGAN AKIBAT PATAH HATI DAN PUTUS CINTA KARENA BERPISAH DENGAN KEKASIH ANDA.
Share
Love Calculator
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form
Real Music

MusicPlaylist
Main » 2009 » February » 3 » Why So Serious? Efek impact yang either baik atau buruk
12.35.35
Why So Serious? Efek impact yang either baik atau buruk

Notes ini merupakan satu dari rangkaian artikel dari saya yang tidak secara spesifik menyinggung mengenai permasalahan romansa (sedikit bosan dengan tema itu. Thanks bwt vee.. :p ). Notes kali ini dan Notes selanjutnya akan berbicara secara general mengenai kepribadian, karakter, pola pikir, pandangan hidup dan dinamika sosial dan mungkin akan menyinggung beberapa hal mengenai romansa atau mungkin tidak sama sekali.
Mungkin beberapa dari Anda sebelum membaca Notes saya kali ini dan Notes berikutnya akan merasa heran dan aneh, tetapi saya yakin banyak dari Anda yang akan terkaget-kaget, terheran-heran dan mengangguk penuh arti setelah menyelesaikan rangkaian artikel dari saya. 
Salah satu pondasi dasar yang membuat Saya memutuskan untuk mengadakan notes seperti ini adalah kesadaran kami akan rumitnya pola pikir yang selama ini membelenggu masyarakat pada umumnya dan Pria-pria pada khususnya. Oleh karena itu rangkaian Notes yang "berbeda” ini saya harapkan akan membantu Anda untuk melihat dunia dari sudut pandang yang sangat berbeda. Dan dari sana Anda akan lebih siap untuk kami bawa untuk meng-‘Hack’ dinamika romansa yang penuh intrik dan paragdima yang menyesatkan.

Apakah Anda sudah siap sekarang?
Jika Anda sudah siap, Notes saya kali ini berjudul.

Eits, nanti dulu, saya ceritakan dulu latar belakang kata ini. Salah satu kata yang belakangan ini selalu tertera di slide otak saya adalah 
WHY SO SERIOUS? 

Line diatas adalah Judul notes kali ini.
Line diatas saya curi mentah-mentah dari quote Joker dalam filmnya pahlawan bertopeng Batman "The Dark Knight, yang sudah keluar dibeberapa tahun kemarin.
Kenapa saya mengambil tag line Joker diatas? Karena salah satu Personal Coffe (It should be personal motivation or personal drug, I use Tea since I’m a Coffe Addict) saya adalah hal tersebut.
Why So serious? Dalam bahasa Indonesia yang baku dan bersahaja berarti Kenapa Sangat Serius? Atau dalam kamus gaul Indonesia adalah Kenapa Serius Banget Sech?

Saya akan memberikan Anda satu cerita yang saya alami sendiri belum lama ini.
Jalan yang selalu saya lewati dari rumah menuju coffe shop saya selalu lewat pantura Pemalang - Pekalongan yang anda sendiri tahu kepadatannya dan pulangpun selalu melalui jalan pantura yang sama. 
Bagi Anda yang melalui jalur ini pasti tahu mengenai kemacetan luar biasa yang terjadi jika lebaran tiba. Bagi yang belum tahu, Ruas jalan yang notabene berada dalam jalur luas. Karena jalan rusak akhirnya terjadi penyempitan jalur. Tadinya hal ini hanya menyebabkan kemacetan di pagi saja, karena arus masuk bus malam dari jakarta. Tetapi di awal April, Jembatan ada yang putus. Sudah bisa ditebak macetnya pantura. Setelah mengetahui hal diatas saya memutuskan untuk tidak lagi melalui Jalan dalam kota dan memilih jalur alternatif lainnya. Tetapi suatu hari di minggu-minggu lalu saya iseng masuk jalur pantura tersebut karena saya pikir radio sudah jarang memberitahukan mengenai hal tersebut jadi saya duga tidak akan macet lagi. Dan ternyata dugaan saya salah.
Dari arah berlawanan kemacetan terjadi, dan diujung jalan saya bisa melihat lebih dari 6 lajur mobil sedang berebutan untuk masuk ke dalam 1 lajur tersebut.
"Oh shit” Itu kata pertama yang terlontar keluar dari mulut saya ketika melihat apa yang harus saya lewati nantinya. Kawasaki KLX menemani bergerak sangat pelan dan merayap, kontainer dan truk besar bergerak lebih pelan, berhati-hati. Klakson mobil berterbangan kesana kemari, suara gas mobil yang diinjak dalam terdengar keras. Saya membuka kacamata google dan teringat kepada personal coffe saya dan saya melakukan hal ini. Saya nyalakan rokok saya, saya tarik dan saya hembuskan keatas, melirik ke kemacetan didepan dan berkata "Why So Serious Man?” dan percaya atau tidak, saya tersenyum! (cobalah sekarang, tanyakan pada diri anda, Why So Serious?)
Dan lebih anehnya lagi, penumpang mobil di sebelah saya yang ternyata melihat saya juga tersenyum. Yeah mungkin dia menduga kalau saya orang stress yang senyum sendirian.
But who care? 

Pertanyaan Why So Serious, membantu saya memandang kemacetan didepan bukan sebagai sesuatu yang super serious dan membuat stress. Saya memandang kemacetan didepan saya sebagai tantangan yang seru, games motor yang memerlukan skill yang canggih.
Saat saya akhirnya harus beradu dengan mobil, motor lain berebutan mengambil lajur paling kiri (bayangkan motor harus melawan truck container dan bus malam). Yang saya lakukan bertolak belakang dengan yang dilakukan orang-orang. Saat mereka menginjak gas keras-keras dan berusaha untuk tidak disalip, saya pelan-pelan melajukan mobil saya. Saat orang-orang tidak mau menyalakan sen meminta lajur, saya nyalakan sen saya. Saya lambaikan tangan saya. Saya lempar senyuman saya pada mobil disebelah yang tidak mau memberi jalan. Mobil tersebut melaju kencang-kencang, gasnya kencang, dan klaksonnya super kencang. Saat dia melewati saya, saya bisa melihat orang yang didalam mobil tersebut memasang wajah SANGAT SERIUS SEPERTI INGIN MEMAKAN ORANG. Tangannya mengenggam erat setir mobil seperti ingin melepasnya. Setelah berhasil mendapatkan lajur paling kanan, saya tidak memacu mobil saya cepat-cepat, yang saya lakukan adalah membawa motor dengan perlahan (masih dilarang bu dokter buat ngebut lagi.. Kecuali kepepet.. Wkwkwk..). Apabila ada mobil disebelah kiri saya ingin masuk, saya berikan. Dan akibatnya, lajur yang tadinya 6 menjadi 1, karena saya berubah menjadi 5 menjadi 1. Lajur ke 6 hilang total. Mobil di belakang saya membunyikan klakson, melemparkan lampu jauh terus menerus. Tetapi saya tidak perduli.
Hey Why So Serious? 
Karena saya melihat kemacetan tersebut bukan merupakan ajang egois-egoisan, perjalanan saya menjadi lebih lancar. Perjalanan orang-orang juga menjadi lancar bukan?
Setelah lepas dari kemacetan tadi, saya melihat mobil yang tadi tidak memberikan saya jalan sedang parkir ditepi jalan dengan menyalakan lampu hazard. Yap, mobilnya MOGOK. Mungkin karena terlalu nafsu menekan gas.
Anyway, apa yang bisa Anda dapatkan dari cerita saya diatas? 
Saya pernah membaca sebuah cerita mengenai bagaimana seseorang tidak dapat mengontrol 10% atas apa yang akan terjadi. Seperti lampu merah, macet, hujan, bencana dan lain-lain, Tetapi 90% sisanya berada ditangan seseorang tentang bagaimana dia akan memandang 10% tersebut. Apakah dia akan memandang hal tersebut sebagai musibah? Bencana? Kesialan? Kemarahan? Stress?
"Shit always happen!”.
Saya pribadi percaya bahwa setiap orang hidup dalam paragdimanya sendiri. Anda mungkin pernah mengalami kejadian diatas dan mengambil sikap seperti saya, tetapi sering kali sikap yang pertama (Marah-marah, stress) adalah pilihan yang sering kita ambil.
Kita tidak bisa mengontrol hal tersebut memang, tetapi kita bisa mengontrol tindakan apa yang bisa kita ambil saat mengalami hal tersebut. Dan tindakan yang kita ambil tersebut akan memberikan impact yang either baik atau buruk untuk kita saat itu.
Dari kecil sampai dewasa, kita selalu diajari untuk Serius saat menghadapi suatu permasalahan yang pelik. Tetapi sayangnya sering kali kita lupa sesuatu. Saat Anda menjadi terlalu serius dalam menghadapi segala sesuatu, tanpa Anda sadari Anda menjadi tegang, Anda menjadi pemarah, Anda menjadi stress dan tertekan. Dan saat itu, bagaimana caranya Anda bisa berpikir dengan baik? Saat segala sesuatu melintas di pikiran Anda.
Contohnya saja, di berita kriminal kita sering mendengar "Gara-gara 200 rupiah, nyawa melayang!.” Bayangkan bertapa rusaknya paragdima lingkungan kita selama ini, bagaimana pemarahnya masyarakat kita atau bagaimana pemarahnya anda? Entah di jalanan, saat menunggu lift, saat sedang meeting, saat sedang ditolak oleh target anda. Anda menjadi pemarah, anda menyalahkan orang lain, anda menyalahkan diri andasendiri dan anda menyalahkan dunia ini. Anda menjadi terlampau serius sampai lupa kalau permasalahannya sebenarnya hanya di cara anda memandang permasalahan tersebut.
Anda marah kepada target anda karena dia menolak anda, padahal kalau anda memandang dari sisi yang lain dan tidak menganggap serius penolakan atau bahkan tidak menganggap serius sesuatu yang namanya Romansa, anda mungkin bisa melihat kenapa anda ditolak. anda mungkin terlalu serius saat sedang melakukan pendekatan. Atau mungkin anda tidak menyadari kalau anda terlihat tidak confidence didepan target anda. Atau anda mungkintidak sadar kalau anda selama ini memang buta soal romance.
Why So Serious, selalu saya lemparkan dan tanyakan kepada diri saya saat mengalami suatu permasalahan, baik itu di kantor, keluarga dan dimana saja. 
Why So Serious bukan mengajarkan kalau Anda ketawa-ketawa saja atau santai-santai saja. Sebaliknya, mengajarkan kepada kita bagaimana Anda harus memandang kejadian-kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk membuat diri Anda jauh lebih baik lagi. Pertanyaan yang Anda ajukan ke diri Anda sendiri dan anda jawab sendiri akan membuat anda berkali-kali lipat lebih baik dibandingkan mengambil sikap tanpa anda pikirkan terlebih dahulu. 
So guys, Sama seperti pertanyaan yang diajukan Joker dan personal coffe saya, di saat Anda mengalami sesuatu nanti, tanyakan kalimat ini kepada diri anda sendiri.
Why So Serious?
Now, go out and smile to the world.

 ·  · Share 
Category: Broken Heart Survival Guide | Views: 259 | Added by: avacschat | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Romansa
Calendar
«  February 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
Translate
Search
Entries archive
Site friends
  • Romansa





  • Romansa
    Currency
    Copyright Romansa©2009Eex Ferrilianto