Monday, 18 Dec 2017, 23.34.41

ROMANSA

Main | Blog | Registration | Login
Site menu
Section categories
Broken Heart Survival Guide [170]
ANDA SAMPAI DI HALAMAN INI, KARENA ANDA SEDANG MERASAKAN KEBINGUNGAN AKIBAT PATAH HATI DAN PUTUS CINTA KARENA BERPISAH DENGAN KEKASIH ANDA.
Share
Love Calculator
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form
Real Music

MusicPlaylist
Main » 2010 » July » 18 » She's the One Syndrome (SOS)
11.41.14
She's the One Syndrome (SOS)

Saya menulis artikel ini ketika masih tergolek lemas opname di rumah sakit beberapa waktu lalu... Saya akan membagikan sebuah fenomena terselubung yang selalu beredar di dunia romansa namun tidak disadari oleh kebanyakan pria. Sebuah fenomena yang pasti pernah di alami oleh setiap pria lossy. Saya pernah mengalaminya. Dan saya yakin Anda pun pernah mengalaminya. Karena itu simak notes ini baik-baik demi kebaikan diri Anda sendiri. She's the One Syndrome (SOS) saya namakan gitu untuk jenis penyakit khusus pria ini. Tepatnya sekarangpun virus itu sedang menyerang saya. Study kasus ini dilakukan di tempat dimana saya chatting AVACS LIVECHAT. Ini adalah penyakit stadium lanjutan dari penyakit NGAREP. Ketika mendapat sindrom ini, seorang pria akan mengangap bahwa sosok wanita yang baru dikenalnya beberapa waktu saja, mungkin beberapa hari atau minggu, sebagai belahan jiwanya. Sebagai satu-satunya wanita yang dapat melengkapi dan memberinya kebahagiaan sejati dalam hidup. Belahan hati, tulang rusuk, atau puzzle yang hilang dan segala macam ungkapan puitis lainnya. Parahnya lagi, banyak pria mengalami sindrom ini pada wanita yang bahkan belum dikenalnya! Mungkin mereka memang berada dalam lingkungan yang sama, dalam kelas yang sama di kampus, digedung kantor yang sama, atau di tempat ibadah yang sama, tapi si pria hanya bisa melihat si wanita dari sudut ruangan saja dan mendesah lirih, "she's the one.." Anggukkan kepala Anda 3 kali kalau Anda PERNAH atau SEDANG terjangkit penyakit tersebut ne jujur lho ya,karena kejujuran anda sangat penting dlm agreement notes ini. Dan ambil nafas yang dalam untuk mempersiapkan diri Anda untuk kenyataan berikutnya. (tp dkeluarkan lg nafasny lwt hidung,ntar kl ga malah keluar lewat lubang yang laen,wkwkwkwk...) Pada jaman dahulu kala ketika kuliah dulu di salah satu univ swasta di purwokerto (dilanjut di semarang), saya adalah seorang pemain basket kampus. Semua pemain basket pasti menginginkan sepasang sepatu canggih yang bisa membuatnya terbang buat slam dunk seperti Michael Jordan, dan tidak terkecuali saya. Suatu hari ketika saya sedang berjalan-jalan di mall, saya melihat sepasang sepatu paling keren yang pernah saya temui seumur hidup saya. Sepatu itu begitu bagus, sampai saya deg-degan melihatnya. Saya merasa sepatu itu dibuat sebagai pasangan hidup kaki saya. Satu-satunya sepatu istimewa yang bisa membuat saya bermain basket dengan lebih jago. Saya membayangkan bila sudah memakai sepatu tersebut, saya akan memenangkan banyak pertandingan, menjadi MVP Kobatama dan bahkan direkrut oleh NBA! This is it! Sepatu ini yang akan melengkapi hidup saya dan membawa saya ke puncak kesuksesan karir basket saya! It's the One! Semua pikiran ini berputar-putar di kepala saya bahkan SEBELUM saya mencoba sepatutersebut, sebelum saya melihat harganya, ukuran, kecocokan terhadap style bermain saya dan juga kenyamanan di kaki saya. Tapi saya tidak peduli dengan semua itu karena saya yakin hanya sepatu itu lah yang terbaik, BUKAN sepatu yang lain! Apakah hal tersebut terdengar aneh dan mengada-ngada? Atau mungkin bodoh? Apakah Anda menganggap saya lebay? Karena saya menjadi tergila-gila pada sesuatu yang sama sekali belum saya ketahui sepenuhnya. Tapi Sobat, perasaan euforia yang sama juga Anda rasakan ketika Anda tergila-gila pada seorang wanita yang belum begitu Anda kenal. Proses psikologis yang sama terjadi entah itu sepatu atau wanita. Apabila Anda mengatakan saya lebay atau apapun istilah anda (ga urusan) dan aneh karena tergila-gila pada sepatu yang baru saya lihat, maka Anda pun sama lebay dan anehnya ketika mengatakan bahwa Anda cinta/sayang pada seorang wanita yang belum atau baru Anda kenal. Mungkin Anda pernah bertemu dan berkenalan dengan seorang wanita, entah di toko buku, di kampus, lewat Facebook, atau dikenalkan oleh seorang teman, dan Anda melihat dia begitu sempurna untuk Anda. Setelah pertemuan, telpon atau chatting pertama, Anda bercerita kepada teman Anda: "Gue jatuh cinta nih. Tuh cewek kayanya beneran belahan jiwa gw.." atau, "Gue suka banget sama dia, cocok banget sama gue kalo lagi ngobrol tuh bisaklop banget.." dan banyak cerita lainnya yang menunjukkan betapa cocok Anda dengannya. Dan Anda membayangkan indahnya ketika Anda berpacaran dengannya, menghabiskan waktu bersama dengannya, atau ketika dia dengan gaun putih berjalan perlahan di atas karpet merah menuju Anda yang tengah menunggunya dengan senyum bahagia untuk mengucapkan janji pernikahan. Atau dengan imajinasi yang lebih lebay lagi, Anda bahkan membayangkan ketika Anda berdua berbulan madu, menjaga anak, dan menjadi tua bersama happily ever after. HEY, WAKE UP! Bangun dari tempat duduk Anda, dan push-up sampai Anda merasa bodoh sendiri atas kesalahan Anda tersebut. Setelah itu Anda dapat melanjutkan membaca notes ini. Sobat, Anda tidak mengenalnya sama sekali. Bagaimana Anda bisa mengetahui dia adalah wanita yang tercipta untuk Anda? Mungkin Anda akan menyanggah saya dengan menceritakan secara panjang lebar bukti-bukti kecocokan Anda dengan dirinya. Tapi saya beritahu pada Anda, kecocokan yang Anda pikir tersebut hanyalah ilusi belaka. Apa yang sebenarnya terjadi adalah Anda berusaha mencocok-cocokkan diri Anda dengan dirinya. Anda menjadi seseorang yang sangat sensitif terhadap kesamaan antara Anda dan si dia. Akibatnya, Anda jadi mengambil bukti kesamaan tapi mengeliminasi ketidaksamaan. Karena Anda membutuhkan alasan untuk membenarkan sindrom She's the One yang sedang Anda rasakan. Contohnya, dia sering berkata 'gitu' atau 'anyway, flyway, busway' di setiap akhir kalimatnya, dan Anda pun memiliki kebiasaan itu. Secara tidak sadar, Anda langsung menganggap itu kecocokan. Mungkin warna favoritnya sama dengan Anda, menyukai makanan yang sama dengan Anda, menyukai tipe musik yang sama dengan Anda, mempunyai orang tua yang sama dengan Anda (oops maav.. maksudnya orang tua Anda dan dia berasaldari daerah yang sama). Atau mungkin sepupu Anda dan sepupunya bersekolah di tempat yang sama, dan banyak lagi yang Anda bisa cari dengan otak kreatif Anda. Masalahnya, Anda tidak menyadari bahwa otak Anda telah mentolerir semua ketidakcocokan di antara Anda berdua, menjadikan hal-hal tersebut sesuatu yang tidak penting. Akibatnya, yang Anda rasakan hanyalah kecocokan saja. Saya tidak sedang membual, hal ini sangat normal terjadi pada diri setiap orang. Dan hasilnya sudah jelas: BOOM! She's so perfect to be yours. She's the One.. Di detik Anda mengucapkat mantra itu:"She's the One.." maka sejak itu pula segala hal yang dia lakukan menjadi hal yang sangat benar, sangat lucu, sangat menawan, sangat mandiri di mata Anda. Sedangkan ketika dia melakukan hal-hal yang menurut Anda mungkin kurang baik, kurang benar, atau tidak menawan, hal tersebut langsung Anda lawan dengan kata-kata, "Dia kan manusia juga, pasti ada salahnya.." atau, "Ah, gak apa-apa lah kalaucewek sedikit menuntut..", dan banyak lagi alasan lainnya. Setelah Anda mengenalnya lebih jauh dan akhirnya sadar ternyata banyak kekurangan di berbagai aspek dalam dirinya, maka yang muncul dipikiran Anda adalah "Gue harus jadian sama dia supaya nantinya gue bisa menghibur kalau dia lagi sedih, bantuin dia kalau lagi ada masalah dan temenin dia kalau dia lagi sendiri..", dan tentu saja sangat banyak kata-kata lainnya di otak Anda yang membuat Anda semakin tersesat lebih jauh. Coba Anda bayangkan lagi kisah kehidupan romansa Anda yang lalu-lalu atau yang sedang Anda jalani sekarang. Apakah perasaan Anda itu wajar? Apakah selama iniAnda telah bersikap lebay? Apakah dia memang sesempurna yang Anda bayangkan? Ataukah penyebab kenapa Anda sepertinya tidak pernah menemukan kebahagiaan romansa hanyalah satu hal sederhana yang disebut dengan She's the One Syndrome? Jawab dengan jujur dari hati Anda sendiri. Saya menulis pembahasan tentang She's the One Syndrome, karena sindrom ini sangat menyeramkan. Biasanya si penderita bahkan tidak menyadari ketika sudah terjangkit penyakit ini, dan tidak dapat sembuh sendiri tanpa adanya KESADARAN. Kesadaran atas apa yang terjadi pada pikiran dan emosi Anda. Kesadaran bahwa Anda telah melakukan kesalahan tanpa kesadaran. Saya akan membeberkan sedikit ramuan rahasia yang saya dapatkan dalam notes2 saya berikutnya. Ini adalah rahasia premium yang sangat berharga bagi para pria yang menjadi kawan saya, mudah-mudahan setelah membeberkan rahasia ini saya tidak menjadi buronan para wanita.. Wkwkwkwk... Anda harus SADAR dan TAHU dengan JELAS wanita seperti apa yang Anda inginkan Anda harus SADAR bahwa Anda TIDAK BISA menilai dan mengetahui wanita lewat penampilannya saja Anda harus SADAR Anda harus MENGENAL si wanita terlebih dahulu sebelum bisa mengalami HAPPILY EVER AFTER dengannya Anda harus SADAR ketika Anda terjangkit sindrom ini, itu berarti Anda menunjukkan pada dunia bahwa si wanita adalah makhluk yang lebih sempurna yang Anda butuhkan untuk menyempurnakan hidup Anda

 ·  · Share ·
Category: Broken Heart Survival Guide | Views: 222 | Added by: avacschat | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Romansa
Calendar
«  July 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Translate
Search
Entries archive
Site friends
  • Romansa





  • Romansa
    Currency
    Copyright Romansa©2009Eex Ferrilianto