Monday, 18 Dec 2017, 23.28.26

ROMANSA

Main | Blog | Registration | Login
Site menu
Section categories
Broken Heart Survival Guide [170]
ANDA SAMPAI DI HALAMAN INI, KARENA ANDA SEDANG MERASAKAN KEBINGUNGAN AKIBAT PATAH HATI DAN PUTUS CINTA KARENA BERPISAH DENGAN KEKASIH ANDA.
Share
Love Calculator
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form
Real Music

MusicPlaylist
Main » 2010 » December » 26 » Pelarian ketika merasa kehilangan? (sebuah renungan)
11.39.39
Pelarian ketika merasa kehilangan? (sebuah renungan)

Kehilangan itu biasanya terjadi atas milik pribadi atau dianggap milik pribadi yang tidak bisa dimiliki lagi. Rasa kehilangan itu bisa bersifat sementara atau selamanya, rasa kehilangan itu bisa habis karena kita terhibur atau pada saat kita masuk liang kubur. Kelangan juga bisa dirasakan secara pribadi atau bersama-sama, individual dan komunal. Ketika ada penghiburan, rasa kehilangan itu bisa perlahan pupus dan bahkan hilang sama sekali sehingga kehilangan itu menjadi'masa lalu". Tetapi kehilangan itu barangkali juga akan tetap tinggal di dalam hati meskipun penghiburan dan"pelarian"sudah sering dilakukan.Sesaat kehilangan itu akan hilang tetapi semakin sakit lah yang akan muncul ketika kehilangan itu kembali menguat dan usaha kita mengingkarinya ternyata gagal.
Tetapi, kehilangan kehilangan arah dan pegangan hidup. Pegangan hidup itu bisa saja keyakinan iman, pekerjaan, ataupun seseorang yang sangat dirasakan kehadirannya. Kehilangan pekerjaan mungkin tidak terlalu menyakitkan karena mungkin bisa mencari pekerjaan lain atau masih bisa bersandar pada keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kehilangan seseorang yang sangat berarti barangkali lebih terasa menyakitkan karena bisa jadi orang tersebut tidak akan kembali kepadanya. Apakah bisa seseorang yang sudah meninggal padahal sangat dicintainya akan kembali hidup? Apakah masih mungkin seseorang yang dicintainya dan sudah meninggalkannya akan kembali bersamanya? Dan kehilangan yang tebesar, setidaknya menurut saya, barangkali adalah kehilangan harapan dan kepercayaan - kelangan pangarep-arep lan kapracayan, atau sebaliknya. Kehiangan harapan akan menyebabkan kehilangan kepercayaan baik kepada diri sendiri ataupun kepada orang lain atau sebaliknya kalau sudah kehilangan kepercayaan, maka tiada lagi harapan pada diri sendiri atau kepada sesuatu yang lain. Pada saat harapan-pengarep-arep sudah tidak lagi ada, maka apa lagi yang akan dipegang sebagai kekuatan untuk berkembang? Manusia sudah tidak bisa disebut lagi sebagai manusia karena beda manusia dan binatang adalah adanya nurani. Manusia dibekali nurani sebagai alat dan salah satu penentu penting dalam melangsukngkan hidup-dihidupi dan menghidupi, tidak seperti binatang yang hanya punya naluri sebagai dasar bergerak dan bertahan hidup. Lalu, kenapa harapan dan kepercayaan sangat penting? Segala sesuatu yang seharusnya bisa dipikirkan dan dipakai sebagai kekuatan akan hilang ketika manusia tidak pernah punya harapan sama sekali dan hanya bergerak berdasarkan naluri, atau yang paling fatal hanya seperti robot yang bergerak tanpa ada kesadaran, atau manusia tanpa roh dan jiwa. Kalau harapan itu sudah musnah, maka dia tidak punya lagi apa yang disebut kepercayaan baik kepada diri sendiri, sesama ataupun bahkan kepada Sang Pemberi Harapan dan Sang Pemilik Kepercayaan. Harapan dan kepercayaan adalah bentuk dan sekaligus asal kesadaran, jadi kalau kesadaran itu sudah tidak ada, apalah artinya gerak hidup? Gerak yang ada adalah gerak mati dan sekaligus mematikan. Mati karena tidak ada nurani yang bekerja dan sekaligus semakin mematikan nurani itu sendiri. Kita mungkin tidak sadar bahwa sebenarnya kita diberi keinginan bebas atau kebebasan untuk berkinginan oleh Sang Hidup untuk merasakan segala anugerah dan setiap kesempatan yang sudah kita terima, atau bahkan menolaknya. . Lalu, apakah kita tidak boleh merasa kehilangan ? Pasti boleh karena pasti tidak ada manusia yang tidak pernah merasa kehilangan entah kehilangan barang atau anggota keluarga yang meninggal.Kebebasan yang kita terima dari Sang Pemberi dalam' rasa kehilangan 'ini adalah kebebasan untuk menyikapi sebab dan akibat kehilangan itu. Kita bebas mau menerima dan menghargai sesuatu yang'hilang'itu atau kita mati hati dan nurani karena kehilangan itu. Sebenarnya' rasa hilang- kehilangan 'itu adalah karena kita merasa bahwa apa yang hilang itu adalah milik pribadi dan'tidak boleh pergi dari hidup saya'padahal sesungguhnya kita juga adalah milik"Sang Pemberi dan Pemilik". Apakah kita sebagai'barang milik'juga harus mati-matian mempertahankan milik dari"Sang Pemilik"yang sebenarnya bukan milik kita? Seandainya pun apa yang kita anggap sebagai milik pribadi itu hilang, itu adalah anggapan kita karena kita akhirnya akan mati dan mati sering diangggap sebagai'selesai'. Apa saja yang ada di dunia ini sebenarnya tidak pernah hilang, hanya mungkin beralih bentuk dan wujud. Misalnya, apakah Gus Dur hilang sehingga kita kehilangan ?
Tidak hal itu tidak hilang karena masih hidup dalam batin kita, dalam pikiran dan akal sehat kita. Hal itu hanya berubah menjadi semangat dan sekaligus pendorong bagi orang yang merasa dekat dan berbagi dengannya. kepercayaan bahwa hal itu masih ada adalah harapan bahwa nilai dan cinta yang dia bawa akan tetap hadir dalam hati orang yang mencintainya. Maka, dengan menolak harapan dan kepercayaan berarti kita menolak keberadaan kita sendiri akan sesuatu yang menjadi milik kita sebagai hadiah yang sudah kita terima dari Sang Kuasa. Sesuatu yang kita terima dan Sang Pemberi dan Sang Pemilik adalah kekal adanya.Janganlah pernah merasakan" kehilangan -kelangan"karena tidak ada yang hilang, yang ada hanya perubahan dan perwujudan bentuk.

 ·  · Share 
Category: Broken Heart Survival Guide | Views: 276 | Added by: avacschat | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Romansa
Calendar
«  December 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
Translate
Search
Entries archive
Site friends
  • Romansa





  • Romansa
    Currency
    Copyright Romansa©2009Eex Ferrilianto