Wednesday, 24 Jan 2018, 14.20.31

ROMANSA

Main | Blog | Registration | Login
Site menu
Section categories
Broken Heart Survival Guide [170]
ANDA SAMPAI DI HALAMAN INI, KARENA ANDA SEDANG MERASAKAN KEBINGUNGAN AKIBAT PATAH HATI DAN PUTUS CINTA KARENA BERPISAH DENGAN KEKASIH ANDA.
Share
Love Calculator
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form
Real Music

MusicPlaylist
Main » 2009 » October » 2 » Apakah Benar Kebahagiaan itu Mitos?
16.16.56
Apakah Benar Kebahagiaan itu Mitos?

Semua orang tanpa terkecuali pasti menginginkan kebahagiaan, mencari-cari tempat akan kebahagiaan itu bersarang namun tak juga mereka menemukannya karena memang sebuah kebahagiaan tak bisa dicari, kebahagiaan memang tak kasat mata, meski sampai keujung duniapun kebahagiaan takkan pernah kita temukan. Dan ketika itulah kalimat berikut terlontar " Apa arti kebahagiaan?" Ya, memang tanpa mengetahui arti serta makna yang sebenarnya dari suatu kebahagiaan atau happiness ini kita takkan pernah merasakannya.

 

Lalu apa kepuasan, kekayaan, kesuksesan berpengaruh pada kebahagiaan? apakah ada hubungannya?

 

Mari kita ulas kembali--meskipun sudah pernah sy bahas disini Jika kita bilang orang yang puas pasti bahagia, mungkin benar. Tapi fitrahnya seorang manusia itu takkan pernah puas. Coba kita lihat para pejabat, koruptor, dll. mereka diberi gaji puluhan juta kurang, ratusan juta pun kurang dan akhirnya korupsi, namun korupsi 1 milyarpun kurang, 1 triliun pun kurang, tak pernah puas mereka. Jadi kita harus tekankan bahwa manusia tidak pernah puas, tapi apa kita harus bilang bahwa manusia tidak pernah bahagia?

 

Bagi sebagian orang, sebuah kekayaan sangat mempengaruhi bahagia atau tidaknya seseorang, dan itu terbukti jika kita menjelajahi internet bisa kita temukan " Cara jitu mencapai kekayaan dan kebahagiaan", "Strategi mencapai kekayaan dan kebahagiaan", "Rahasia kekayaan dan kebahagiaan" lalu "Quatum Success" dan lainnya. Dalam sudut pandang ekonomi ini timbulah penggolongan si kelas bawah, yang kelas menengah dan para kelas atas. Jika sy berpendapat, orang yang bahagia itu tidak bisa diukur dari tingkat ekonomi seseorang yang sy rasa kekayaan itu bukanlah kebahagiaan namun kesenangan duniawi.

 

Lalu bila kita bilang saat kita sukses maka kita akan bahagia, itu betul. Namun tidak mungkin kita akan sukses jika kita tidak berbahagia, betul? Seperti kata Bob Dylan "Kesuksesan bukanlah kunci dari kebahagiaan. Sebaliknya kebahagiaan adalah kunci dari kesuksesan. Bila kau menyukai apa yang kau lakukan dan merasa bahagia melakukannya, maka kau pasti sukses."

 

Seseorang yang memiliki income melimpah, aset yang penuh dan berharga, fasilitas hidup dengan mudahnya terpenuhi, tak ada masalah dari segi financial, taraf hidup yang diatas rata-rata, kesuksesan disegala sisi, kesehatan yang diasuransikan, dll. "Apa menjamin seseorang merasakan kebahagiaan yang hakiki?"  Pada masa kanak-kanak sy ingat ketika lebaran atau liburan selalu saja kami mengunjungi rumah nenekku, selalu rumah itu. Rumahnya bukanlah rumah yang mewah yang membuatku selalu betah, kamarnya bukanlah kamar yang bersih dan tertata rapi yang membuatku nyenyak, makanannya bukanlah makanan yang lezat yang membuatku menelan ludah. Sy selalu ingat bagaimana ketika sy memasuki kamarnya, ya ciri khas wangi orang lanjut usia, tidak rapi dan tidak bersih, bahkan seingatku tak ada yang menarik dari penampilan nenekku, seorang wanita cantik berkerudung yang sudah ditinggal sang suami( kakekku). Ia selalu tersenyum di depanku, sangat baik dan ceria meskipun waktu telah menggerogotinya. Dan dulu, yang sy ingat ia adalah seorang wanita kaya yang sangat berkecukupan, namun itu dulu karna itulah yang terlihat dari kaca kepolosan kanak-kanak. Namun setelah sy beranjak remaja, bayangan masa lalu kian memudar, kali ini bukan hal itu yang sy lihat. Yang sy lihat hanyalah seorang wanita lanjut usia yang berwajah cantik dengan hiasan keru, berambut putih karena usia, yang kulihat hanya seorang wanita yang selalu menunggu uang pensiun dari suaminya untuk memenuhi kebutuhannya, namun selain itu aku sadar sesuatu yang tak pernah kulihat dibalik kesedihan dari kepergian anak-anaknya yang telah mendahuluinya meninggalkan dunia, taukah apa itu? Ya, sebuah senyuman yang indah nan rupawan ketika diumurnya yang sudah menginjak 86 tahun ia masih sempat shalat, ketika masih bersyukur diatas kemalangan yang menerpanya. Itulah kebahagiaan yang ia perlihatkan sebagai topeng kesedihannya.

 

Dulu, saat kanak-kanak sy selalu mengukur kebahagiaan seseorang dari sudut materi. Jika ia kaya pasti bahagia karna bisa membeli apapun, namun kini? sy pun ragu akan keberadaan kebahagiaan itu karena memang dulu sy tidak pernah belajar akan prinsip ekonomi, materialisme, dll.

 

Sebuah kebahagiaan itu hanyalah pilihan, dan itu bergantung pada diri kalian sendiri. Bahagia bisa dimaknai sebagai menyatunya berbagai perasaan positif sehingga menumbuhkan ketentraman dan ketenangan hati. Kebahagiaan juga bukan bersumber dari materi seperti mata air, karena materi itu hanyalah sebuah perantara yang sementara. Namun kebahagiaan itu berasal dari hati, ketika kita sudah bisa memaknai dan memahami apa yang hati kita rasakan, ketika sudah dapat bersahabat dengan akrabnya pada hati, ketika kita sudah bisa mencintai setulus jiwa hati kita sendiri, ketika kita sudah bisa mengikuti kata hati kita sendiri yang menjadikan hidup kita lebih nyata.

 

Banyak cara yang dilakukan oleh para pemburu kebahagiaan, sampai-sampai kata hati pun tak teracuhkan sedikitpun, bahkan dianggap angin pun tidak sama sekali, begitu terlupakan. Padahal hati kitalah yang senantiasa akan menuntun kita ke apa yang kita sebut dengan kebahagiaan.

 

Semua hal yang membuat kita tidak bahagia sebenarnya bersumber dari diri kita sendiri, yang merupakan faktor internal. Cara pandang yang keliru dan banyaknya kesalahpahaman seringkali menguasai diri daripada kata hati. Padahal, cara untuk bahagia ada pada hati, yaitu keikhlasan hatiuntuk menerima dan mensyukuri yang ada, serta sabar dan hidup dalam menghadapi kenyataan. Meskipun kemalangan hinggap, keterpurukan melanda, kegagalan menerpamu tak ada salahnya untuk terus bersyukur, karena itulah awal kebahagiaan kita, dimana kita masih bisa berterimakasih kepada Sang Maha Pencipta di atas kehancuran diri.

If you love me like you told me, please be careful with my heart; you can take it; just don't break it or my world will fall apart. Don't cry over anyone who won't cry over you. "The hardest thing to do is watch the one you love, love someone else" "If you love me, let me know. If not, please gently let me go" "My heart was taken by you, broken by you and now it's in pieces because of you" "I hate this feeling, it's one I know all to well, it's a thing called heartbreak and it hurts like hell"

 ·  · Share ·
Category: Broken Heart Survival Guide | Views: 208 | Added by: avacschat | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Romansa
Calendar
«  October 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Translate
Search
Entries archive
Site friends
  • Romansa





  • Romansa
    Currency
    Copyright Romansa©2009Eex Ferrilianto