Wednesday, 17 Oct 2018, 10.10.06

ROMANSA

Main | Blog | Registration | Login
Site menu
Section categories
Broken Heart Survival Guide [170]
ANDA SAMPAI DI HALAMAN INI, KARENA ANDA SEDANG MERASAKAN KEBINGUNGAN AKIBAT PATAH HATI DAN PUTUS CINTA KARENA BERPISAH DENGAN KEKASIH ANDA.
Share
Love Calculator
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form
Real Music

MusicPlaylist
Main » 2009 » April » 16 » Anti Puisi Sampah, Puisi Ngarep, Puisi Romantis
11.54.40
Anti Puisi Sampah, Puisi Ngarep, Puisi Romantis

Bicara soal cinta-cintaan, siapa yang geli, gatel, or merinding ketika baca lagi catatan sejarah bertajuk romantisme dari masa lalu? Barangsiapa yang suka merasa seperti itu, acungkan empat jempol dan teriak, "GOKIL!”

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu Kei ngomel panjang lebar karena baru saja kehilangan arsip tulisan pribadi dalam komputer dan hosting web-nya yang tercinta crash tanpa ada backup. Yah, been there done that lah, cos hard disk gue juga udah beberapa kali ancur (dan juga ilangterhapus misterius begitu aja!), super gondok abis kehilangan dokumen penting. Rasanya mau ngamuk, kesel setengah mati setiap inget kalo semua memori jerih payah romantika dan benih kreatifitas itu hilang tanpa jejak.

But today I just unlearned that sometimes it is actually a good thing for some historical files to go missing and destroyed. Pelajaran ini datang ketika tadi pagi gue ngga sengaja nemuin sebuah CD arsip yang berisi coretan puisi cinta dan ucapan romantis yang pernah gue tulis dalam petualangan-petualangan asmara bertahun-tahun yang lalu.

Waktu pertama kali ngeliat CD itu, rasanya seneng banget karena gue kira itu semua udah ilang hancur karena hard disk crash. So dengan rasa deg-degan antisipasi mengintip keindahan masa lalu, gue mulai ngebukain satu-satu file MsWord dan Notepad yang berisi rapalan ayat-ayat cinta mellow ngarep bin berusaha menggelegak romantis yang terlahir dari hubungan gue dengan sejumlah wanita jaman prehistorik dahulu.

Salah satunya seperti berikut.

ting ting ting

bagai nyawa asap kelabu

turun mengawang

antara tipis batas trotoar yang kasar

beban mendesah

nafas meregang nyali

untuk menerima

sajak seroja Pencipta

yang tak berkesudahan

ting ting ting

setiap goresan berderet di sana

tepukan riang kebahagiaan

gema bergema namun

merobek gita di sini

rapuh suara

menantang kelu di hati

ting ting ting

berdenting

aku melayu

mengering

ting ting ting

hening

Setelah ngebacanya lagi sekarang, beberapa tahun setelah kejadian yang bersangkutan, gue pengen banget nambahin satu baris terakhir: "Ting ting merinding!” Hahahaha, seperti ditampar bolak-balik depan belakang plus german suplex. Nyesel senyesel-nyeselnya kalo tadi pagi gue nemuin puisi itu dan setumpuk lainnya. Gue jadi terbayang lagi seberapa menyedihkannya kondisi gue dulu, sampai bersedia mengemis cinta.

Berikutnya, sempilan puisi curhat colongan pelipur jiwa romantis yang dihajar oleh gelombang realita dari seorang wanita lainnya, tidak lama berselang setelah puisi di atas.

had me not follow

trails of sillyness

presumably

me still lost

emptiness

glad thou do fault

thine promises

serenely

me here now

venetiness

Sampah, ahahaha! Mengembik, mengeluh, menanduk, dan merajuk. Totally a certified pathetic guy at his prime lossy years. Cursed be the day I found this long lost scrolls of an agonized drama king. Entah darimana asalnya, dalam kepala gue saat itu tertanam ajaran bahwa cewek, wanita, dan perempuan akan tertarik pada pria yang cengeng. Berharap cinta akan tumbuh dari rasa kasihan. Ugh, horrible horrible tought.

Satu jeritan pilu berjudul In Perpetuum Conundrum akibat seorang wanita di tahun 2000.

sleepless be thy agony

so dark and lonely thru misery

thou count the thorns to help thou fade

but found no good, thou wide awake

by frost that dwells deep inside

by mumbling pains to be denied

how long can thou still wing and fly

before thine soul gives up to die

Satu lagi dari tahun sebelumnya.

my boiling screamo rage

wages the whole page

whenever you rise to the stage

ye asking for fist

then fist you’ll get, ye nihilist

my gist in your mist

dismissed not, I insist

yes this is my creed

to the seed I’ve lit

to the skit we’ve spilt

to the weed you’ve breed

I’ll fight yeah I’ll bleed

with heaps of wit

while hoping indeed

for God’s speed

Kengerian tidak berhenti di situ aja, masih banyak deretan soneta lainnya. Seluruh elegi menyayat hati itu ternyata masih bisa dianggap sehat-sehat saja jika dibandingkan dengan puisi roman picisan yang gue tulis sebagai jurus rayuan maut saat itu. Gue 100% tepat tentang kemautannya, tapi nyasar jauh dari niatan merayunya. The CD has them all, mulai dari puisi dan cerpen romantis, sampai ke arsip template SMS romantis yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Sebegitu mengerikannya kesalahan-kesalahan itu, gue ngerasa akan langsung diseret ke ujung neraka kalau sampai berani copy-paste di blog ini.

Untungnya, di antara tumpukan dosa-dosa tengik itu, juga tersimpan beberapa tulisan gue yang lain dengan konten yang rasanya cukup bermutu (baca: norak). Contohnya adalah artikel berikut ini, berjudul Atas Nama Cinta, yang gue yakin bisa bikin pembacanya jadi tersenyum sendiri dan otomatis romantis.

Beberapa waktu yang lalu ini Ari Lasso dan Dewa mengadakan konser bareng, sekaligus bentuk afirmasi terhadap massa bahwa mereka masih saling bersahabat (sehubungan Ari yang hengkang dari Dewa untuk bersolo karir), dengan judul Atas Nama Cinta. Tapi kali ini saya tidak hendak ngobrol tentang musik tersebut. Saya hanya sekedar meminjam judulnya saja untuk berbicara dari hati ke hati tentang perilaku cinta. Mudah-mudahan saya tidak dituntut…

Saya tidak perlu memusingkan diri dengan apa itu cinta, atau cinta versus kasih versus asmara, atau ribuan pengertian lainnya yang sering diangkat dalam buku seri Love Sex and Dating, karena saya percaya Anda semua sudah tahu banyak tentang LSD tersebut dan seluk beluknya, mungkin jauh lebih dari saya. Fokus saya bukan pada ‘apa’ (what), melainkan ‘bagaimana’ (how). Bila what berbicara tentang definisi, maka how berbicara tentang proses. What berpikir tentang tujuan dari cinta, howmengeksplorasi bahasa cinta. What duduk dan bercerita tentang sifat cinta, how berdiri dan mengijinkannya berbuah.

Love will bring you back. Cinta akan membawa Anda kembali. Saya tidak bisa memahami pergumulan apa yang sedang Anda alami, tapi cinta pasti mampu memulihkan segala kepenatan yang ada, luka-luka yang tersisa, dan harapan yang terputus dalam sebuah hubungan.

Ketika melihat seekor induk burung menyodorkan paruh penuh cacing kepada anak-anaknya yang berciap-ciap kegirangan, hati Anda pasti bergetar dengan kehangatan. Kepakan sayap anak-anak burung itu seakan-akan bertepuk merayakan kedatangan seorang pahlawan. Getaran kehangatan yang dirasakan tentu akan berbeda pada setiap pribadi, namun ia selalu ada untuk memberikan Anda cukup dorongan bahwa Anda tidak sendirian. Cukup kepastian bahwa penantian Anda tidak akan sia-sia dan sang harapan akan segera muncul dengan makanan yang lezat di sela-sela paruhnya. Cukup tenaga untuk terus bangkit dan menengadah ke atas. Cukup kekuatan untuk bertahan pada mimpi Anda, bukannya tinggal di kubangan penyesalan dan mengasihani diri.

Anda bisa berlari dengan kondisi yang fit dan dinamis. Kedua tangan Anda kembali terentang lebar, siap untuk menghadapi tantangan berikutnya. Perlahan tapi pasti, Anda kembali seperti sediakala, diri Anda yang sempurna. Sadari bahwa cinta itu ada dimana-mana sehingga Anda dapat kapan saja meraihnya demi menjadi prima dalam hubungan Anda. Ingat kapan terakhir Anda berada tinggi di awan-awan karena cinta? Anda kini bisa kembali ke sana. Love will bring you back.

Love speaks in tongues. Cinta berkomunikasi dalam bahasa-bahasa yang baru. Hendra dianggap pemberontak oleh sang ibu karena memilih berpacaran dengan wanita yang berbeda ras dengannya. Tak terhitung berapa kali Hendra maupun pasangannya itu diterpa dengan kata-kata panas, namun mereka tetap berjalan dengan tenang. Mereka pun tidak berusaha berargumen dengannya. Mereka terus berkomitmen satu sama lain, melewati badai yang rasanya semakin keras tiap hari, hingga sampai waktunya sang ibu terdiam dan mengalah.

Cinta mereka berbicara dengan teks yang tak terucapkan: kesetiaan. Rani, gadis berusia 18 tahun, harus berpisah dengan kekasihnya yang mendapat tugas wajib militer selama lima tahun. Dengan hati yang sangat berat, Rani memeluk pasangannya itu layaknya pertemuan terakhir, lalu menciumnya. Kecupan yang ringan namun hangat, bahasa yang belum bisa dituliskan siapapun itu, akan selalu terkenang dibenak dan hati sang pria, menjadi kekuatannya untuk bertahan semaksimal mungkin agar dapat kembali dan melanjutkan cinta mereka.

Lando dan Putri telah menikah selama 50 tahun. Tidak ada satu pun kebahagiaan maupun kedukaan yang belum pernah mereka rasakan. Bahkan sampai usia yang sekarang ini, mereka masih suka jatuh ke dalam perselisihan yang padat. Walaupun begitu, cinta mereka tetap membara, berbicara lewat kesehatian yang telah teruji selama bertahun-tahun, sama seperti pada saat mereka saling mengucapkan janji pernikahan. Kesetiaan, kecupan, kesehatian.

Hanya segelintir contoh yang teramat pendek dari jutaan bahasa-bahasa baru yang dapat cinta sampaikan. Bahasa yang masih belum bisa terucapkan dengan jelas ataupun dimengerti cara kerjanya, namun benar-benar nyata khasiatnya. Hal-hal indah apa saja yang pernah Anda dapatkan dari orang-orang yang dekat dengan Anda? Bisakah Anda menyampaikannya dengan sederhana dan singkat? Tentu sulit.Love speaks in tongues.

Love knocks at your door. Cinta mengetuk pintu Anda. Tidak ada yang dapat cinta lakukan bila Anda tidak membukakan pintu baginya. Seorang suami tidak mungkin menceraikan istrinya bila ia terus membuka hatinya terhadap cinta. Seorang ayah yang membuka lebar-lebar ‘gerbang’ cintanya akan mampu bersikap bijaksana, bukannya memaki-maki, pada anaknya yang ketahuan terlibat obat-obatan terlarang. Seorang wanita yang pernah dilecehkan semasa mudanya dapat menjadi pasangan yang baik bila ia mengijinkan cinta yang memaafkan berdiam di luka masa lalunya.

Memang semuanya tidak semudah seperti yang digambarkan di atas, namun hal tersebut benar-benar akan terjadi bila ia tidak terkekang di luar pintu hati Anda. Ia bagaikan pribadi yang lembut, begitu sopan sehingga tidak memaksa orang untuk menerimanya. Jadi bila Anda sedang mengalami sebuah pergumulan hubungan, pertajam pendengaran Anda akan bunyi ketukan. Dia sedang ada di luar. Anda tidak bisa menjadi kuat dan bijaksana lewat cerita-cerita tentang cinta yang didengar dari orang lain.

Dia harus diijinkan masuk menjadi bagian dari sistem Anda, baru ia dapat mempengaruhi pemikiran Anda, mengikis kenegatifan yang ada, dan menebarkan harapan-harapan baru. Cinta akan terus mengetuk dan mengetuk dan mengetuk sampai Anda membukakan pintu baginya. Bahkan dalam tahap awal mencari sebuah hubungan pun, Anda harus memulainya dengan membuka pintu hati Anda. Tidak ada gunanya berdekam di kegelapan pojok hati Anda, sambil berharap-harap suatu saat akan datang hubungan yang indah. Love knocks at your door.

Ah, those days… so many fading memories yang bikin mual ketika dibaca dan diinget-inget lagi. Ada yang kasih inspirasi juga sih, seperti prosa barusan di atas, tapi ternyata lebih banyak yang malu-maluin dan sulit percaya kalo dulu pernah melakukan hal-hal seperti itu. I also wonder where and how those girls are doing now. And speaking about that, a little intermezzo, ada mainan baru yang bisa dipakai untuk kebutuhan spying and sleuthing di friendster. Just check it out at my profile, you’ll love it.

So how about you, guys, pernah ngebaca ulang arsip puisi cinta, cerpen asmara, kata-kata SMS romantis, atau karya-karya romantika lainnya yang pernah elo buat di masa lalu? Gimana rasanya waktu dibaca? Seneng dan bangga, atau kocak geli sekaligus merinding? Ada yang cukup jantan dan berani share publikasinya di kolom komentar?

 ·  · Share 
Category: Broken Heart Survival Guide | Views: 396 | Added by: avacschat | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Romansa
Calendar
«  April 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
Translate
Search
Entries archive
Site friends
  • Romansa





  • Romansa
    Currency
    Copyright Romansa©2009Eex Ferrilianto