Monday, 23 Apr 2018, 16.08.16

ROMANSA

Main | Blog | Registration | Login
Site menu
Section categories
Broken Heart Survival Guide [170]
ANDA SAMPAI DI HALAMAN INI, KARENA ANDA SEDANG MERASAKAN KEBINGUNGAN AKIBAT PATAH HATI DAN PUTUS CINTA KARENA BERPISAH DENGAN KEKASIH ANDA.
Share
Love Calculator
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form
Real Music

MusicPlaylist
Main » 2009 » May » 24 » Aku Milikmu? Kamu Milikku? (Memiliki Tanpa Rasa Kepemilikan)
16.06.12
Aku Milikmu? Kamu Milikku? (Memiliki Tanpa Rasa Kepemilikan)

"rasa memiliki itu hidup seperti sel. semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu. dan aku menyimpan sel-sel yang sangat sehat. ia akan terpecah diluar kendali cinta itu sendiri. sel ini terus bertambah dan merambah. mereka hidup melingkari kita, semenjak kita saling mencinta. suka tak suka."

Bisa memiliki apa yang ingin dimiliki adalah kebahagiaan. Namun memiliki rasa kepemilikan atas apa yang dimiliki adalah penderitaan!

* + * + *

Manusia selalu ingin memiliki sesuatu yang ia rasa layak untuk dimiliki dalam hidupnya. Anak, suami/istri, kekayaan, kemewahan, rumah dan mobil serta pakaian mahal.

Adakah yang salah? Tentunya tidak, selama itu adalah hasil usaha dan cucuran keringatnya yang benar. Manusia pantas menikmatinya selama itu bisa membahagiakan fisik dan batinnya

Yang salah adalah ketika setelah memiliki apa yang ingin kita miliki adalah timbul rasa kepemilikan yang begitu kuat. Yang kemudian membuat kita takut kehilangan. Itu milikku, ini milikku. Semuanya milikku. Setiap saat dihantui takut akan kehilangan milik kita.

Bukankah itu adalah penderitaan?

Bayangkanlah, ketika seseorang memiliki rasa kepemilikan atas kekayaannya, maka pada saat ia kehilangan kekayaannya pasti akan menyebabkannya ketakutan dan kemudian stres dan mungkin menjadi gila, kemudian bahkan bunuh diri. Ini hanyalah salah satu contoh saja.

Jadi, sebenarnya manusia yang seringkali menciptakan penderitaan atas hidupnya sendiri dengan rasa kepemilikan. Tidak bisa melepaskan keterikatan yang menyebabkan kemelekatan akan kebendaan.

Alangkah indahnya, bila bisa memiliki, namun bisa merasakan juga seakan-akan yang dimiliki itu adalah bukan miliki kita. Sehingga ketika ia hilangpun, kita tidak merasa kehilangan. Memiliki dan kehilangan menjadi akan sama bahagianya. Pada akhirnya, bahkan bukan hanya tanpa rasa kepemilikan, tetapi sampai pada tanpa rasa memiliki.

Namun berapa banyakkah diantara kita yang bisa memiliki hati semacam ini?!

Cinta...

Hmmmm... siapa sih yag gak tau indahnya kalo lagi jatuh cinta? Gak usah liat orangnya, liat genteng rumahnya aja udah seneng banget!

Waktupun berjalan..

Rasa cinta yang tadinya tulus murni mulai dirasuki oleh hasrat utk memiliki utuh, tak terbagi oleh yang lain. Rasa ingin selalu mengetahui apa yang dilakukannya setiap saat, dimana dia setiap waktu, apa yang dirasakannya setiap detik.

Disinilah akan mulai timbul masalah.

Dimana ada aksi, akan ada reaksi. Saling cek dan ricek, pengabaian privacy masing2 dengan saling periksa HP, e-mail, isi dompet dll. Kadang memang bukan karena rasa tidak percaya, tapi lebih banyak dikarenakan PEMUASAN akan RASA AMAN bahwa "teritorial"nya tidak dijajah oleh orang lain. Namun, jika rasa memiliki ini tidak dikendalikan, akan muncul suatu AURA NEGATIF, yaitu POSESIFME. Rasa memiliki yang egois dan mengekang. Tak boleh ada orang lain selain dirinya. Semua kegiatan, waktu, sms, incoming calls dipantau secara jeli dan terperinci. Setiap gerak dan langkah bagaikan dipandu dan dipantau satelit 24 hours a day 7 days a week.

Nyamankah?

100 % aku yakin jawabnya adalah: "TIDAK!"

Tapi, aku kembalikan kepada yang berkata TIDAK tadi, apakah kalian TIDAK melakukan hal yang sama kepada pasangan? Entah karena keinginan atau suatu reaksi balik atas aksinya?

Setiap orang wajar saja jika ingin memiliki utuh orang yg dicintainya. Namun sebaiknya berilah batasan rasa itu. Ikhlaskan saja keadaan dan kondisi ini. Jika rasa ingin tahu, rasa ingin mencengkram muncul, ingatlah satu. Bila dia untukmu, dia gak akan kemana2.

Aku pernah punya pengalaman, dahulu kala. Pernah aku berada dalam suatu hubungan yang ajaib. Dua2nya saling mencinta. Saling sayang. rasa sayang yang hebat hingga sering kali terjadi "click" dimana kadang ribut hanya gara2 HP masing2 busy ketika ditelp. Dan ternyata gara2 koneksi bentrok alias saling telpon satu sama lain! Atau SMS yang bentrok(dikirim barengan tapi bukan saling reply yang  isinya "nyambung".) Saking sayang hingga akhirnya aku takut kehilangan dia. Setiap saat aku pantau. Setiap kegiatannya aku(harus)tahu. Namun apa yang terjadi, dia selingkuh dengan sahabatku sendiri. Teman satu club motor dikampus. Siapa yang mau disalahkan? Dia? Temen gw? Gak ada..Gw yang salah. Mana ada sih orang yang nyaman dengan pasangannya yang extra care hingga posessif dan membatasi? Bahkan alasan dia utk selingkuh adalah karena takut gw "nyolong start" dan karena pribadi si"temen" gw tadi mirip pribadi gw dulu seblm berubah menjadi posesif.

Jadi?

Pelajarannya adalah, tetaplah sama seperti semula dia kenal dirimu. Kuatkan dirimu dari pengaruh rasa ingin memiliki. Ingat, dia bisa suka dengan diri kita adalah karena dulu kita begitu, bukan begini.

Jikalau apa yang sudah kita lakukan ternyata berbalas tidak sesuai dgn harapan, jangan pula jadi marah atau balas dendam. Ingat, cinta tidak mengenal menang kalah atau benar salah. Ikhlaskan saja.

Namun jika kita gak kuat dengan pasangan yang posesif, segeralah keluar dari hubungan itu. Karena sifat posesif itu jika dipelihara, akan menjadi suatu karakter. Karakter akan lebih susah diubah dibandingkan kepribadian. Kepribadian dibangun atas dasar Cara Pikir/Logika. Sedangkan Karakter lebih banyak dipengaruhi oleh hati/Perasaan. Pernah baca kalau Perasaan LEBIH KUAT daripada Logika?

Tulisan ini bukan berniat menggurui atau menasehati. hanya sekedar sharring saja. Jangan sampai apa yang pernah aku alami, terulang pada orang lain hanya karena ketololan yang gak perlu. Yup, ketololan yang membuat seseorang menghilang dari diri kita. Ketololan pribadi yang takut kehilangan.Ketololan pemikiran yang selalu feeling unsecured.

Kuncinya adalah: IKHLAS.

Cinta yang Ikhlas tidak bersyarat.

Cinta yang tulus dan murni.

Eex said: " If u really love her u got to set her free. And if she returned in kind, I'll know she's mind.."

An Entrapment My love, I have tried with all my being to grasp a form comparable to thine own, but nothing seems worthy; I know now why Shakespeare could not compare his love to a summer’s day. It would be a crime to denounce the beauty of such a creature as thee, to simply cast away the precision God had placed in forging you. Each facet of your being whether it physical or spiritual is an ensnarement from which there is no release. But I do not wish release. I wish to stay entrapped forever. With you for all eternity. Our hearts, always as one.

 ·  · Share 
Category: Broken Heart Survival Guide | Views: 345 | Added by: avacschat | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Romansa
Calendar
«  May 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31
Translate
Search
Entries archive
Site friends
  • Romansa





  • Romansa
    Currency
    Copyright Romansa©2009Eex Ferrilianto